Kanker Serviks Bisa Dicegah, Berikut Langkahnya

0
616

Angka penderita kanker serviks atau kanker leher rahim di negara maju mengalami penurunan disebabkan kesadaran masyarakatnya dalam pencegahannya. Berbeda dengan di Indonesia, angka kejadian penderita ini masih tinggi dan belum mengalami penurunan bahkan masih menduduki peringkat pertama penderita kanker pada perempuan. Oleh sebab itu pemahaman terhadap pencegahan penyakit ini perlu ditingkatkan.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV diperuntukkan bagi perempuan yang belum pernah berhubungan seksual. Bagi perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual bisa dilakukan vaksinasi HPV asal sudah dilakukan pemeriksaan yang memastikan bahwa perempuan tersebut tidak didapatkan lesi prakanker maupun lesi kanker pada leher rahimnya. Lama proteksi vaksinasi HPV bivalen 53 bulan.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui lesi tersebut yaitu:

1. Tes HPV
Sampel diambil dari sel dari leher rahim kemudian DNA yang terkait dengan HPV diuji dengan tehnik pemeriksaan molekuler.

2. Pap smear
Sampel diambil dari sel di leher rahim kemudian dianalisa oleh dokter ahli patologi anatomi sehingga bisa diketahui ada tidaknya inflamasi, displasia atau kanker.

3. Tes IVA
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih atau dokter ahli kandungan dengan cara melihat langsung permukaan leher rahim yang sebelumnya leher rahim tersebut sudah diberi zat tertentu sehingga dapat terlihat ada tidaknya lesi prakanker

4. Servikografi
Pemeriksaan menggunakan kamera khusus untuk memfoto leher rahim. Film dicetak dan diintepretasikan oleh tenaga terlatih.

5. Koloskopi
Pemeriksaan visual bertenaga tinggi (pembesaran) untuk melihat leher rahim, bagian luar dan bagian kanal leher rahim. Biasanya disertai dengan biopsi jaringan yang abnormal.

Bila sudah dilakukan salah satu atau lebih dari tes diatas hasilnya negatif maka boleh dilakukan vaksinasi/imunisasi HPV.

Kanker serviks hampir 100 persen disebabkan oleh infeksi virus HPV yang cara penularannya melalui hubungan seksual, maka bagi kita manusia beradab pencegahan utamanya adalah dengan tidak berperilaku seksual yang beresiko berupa berganti-ganti pasangan.

Dan karena hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan hubungan seksual dini dibawah umur 18 tahun termasuk beresiko tinggi terkena kanker serviks maka disarankan agar jangan melakukan hubungan seksual sebelum umur 18 tahun.

 

PENULIS: dr. Endang Sulistyowati
EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...