Kanker Serviks Bisa Dicegah, Berikut Langkahnya

0
646

Angka penderita kanker serviks atau kanker leher rahim di negara maju mengalami penurunan disebabkan kesadaran masyarakatnya dalam pencegahannya. Berbeda dengan di Indonesia, angka kejadian penderita ini masih tinggi dan belum mengalami penurunan bahkan masih menduduki peringkat pertama penderita kanker pada perempuan. Oleh sebab itu pemahaman terhadap pencegahan penyakit ini perlu ditingkatkan.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV diperuntukkan bagi perempuan yang belum pernah berhubungan seksual. Bagi perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual bisa dilakukan vaksinasi HPV asal sudah dilakukan pemeriksaan yang memastikan bahwa perempuan tersebut tidak didapatkan lesi prakanker maupun lesi kanker pada leher rahimnya. Lama proteksi vaksinasi HPV bivalen 53 bulan.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui lesi tersebut yaitu:

1. Tes HPV
Sampel diambil dari sel dari leher rahim kemudian DNA yang terkait dengan HPV diuji dengan tehnik pemeriksaan molekuler.

2. Pap smear
Sampel diambil dari sel di leher rahim kemudian dianalisa oleh dokter ahli patologi anatomi sehingga bisa diketahui ada tidaknya inflamasi, displasia atau kanker.

3. Tes IVA
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih atau dokter ahli kandungan dengan cara melihat langsung permukaan leher rahim yang sebelumnya leher rahim tersebut sudah diberi zat tertentu sehingga dapat terlihat ada tidaknya lesi prakanker

4. Servikografi
Pemeriksaan menggunakan kamera khusus untuk memfoto leher rahim. Film dicetak dan diintepretasikan oleh tenaga terlatih.

5. Koloskopi
Pemeriksaan visual bertenaga tinggi (pembesaran) untuk melihat leher rahim, bagian luar dan bagian kanal leher rahim. Biasanya disertai dengan biopsi jaringan yang abnormal.

Bila sudah dilakukan salah satu atau lebih dari tes diatas hasilnya negatif maka boleh dilakukan vaksinasi/imunisasi HPV.

Kanker serviks hampir 100 persen disebabkan oleh infeksi virus HPV yang cara penularannya melalui hubungan seksual, maka bagi kita manusia beradab pencegahan utamanya adalah dengan tidak berperilaku seksual yang beresiko berupa berganti-ganti pasangan.

Dan karena hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan hubungan seksual dini dibawah umur 18 tahun termasuk beresiko tinggi terkena kanker serviks maka disarankan agar jangan melakukan hubungan seksual sebelum umur 18 tahun.

 

PENULIS: dr. Endang Sulistyowati
EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...