close

Jangan Kaget Ketika Tiba-tiba Jatuh Sakit

SERUJI.CO.ID – Sehat itu tidak hanya pilihan, tetapi lebih dari itu sehat adalah tantangan. Sehat itu karunia Allah, tapi tetap dijaga. Sehat tidak datang sendiri, atau jatuh dari langit.

Misalnya, tiba-tiba pada saat usia 65 tahun Anda dapatkan diri Anda kelihatan masih sehat, seger-buger…….., tidak. Anda tidak mungkin masih dapat berjalan cepat atau berlari kecil, karena takut ketinggalan pesawat tanpa dada sesak, nafas memburu. Anda tidak mungkin mengharapkan otot-otot Anda masih kekar, kuat, pada usia 60 tahun, kalau Anda tidak mempersiapkannya untuk itu.

Jadi, mau sehat, fit, bugar, pada saat orang lain di usia itu cahayanya sudah mulai redup, Anda harus melakukan sesuatu dan semua itu harus direncanakan mulai sekarang, saat Anda masih muda, dan sehat.

Sayang, sebagian besar kita tidak mau tahu bagaimana kesehatan kita di masa yang akan datang. Kita tidak pernah merencanakan sesuatu terkait dengan itu. Jarang saya kira kita punya tujuan, sasaran yang jelas tentang bagaimana kesehatan kita nanti.


Umpamanya, “saya harus bebas dari penyakit yang mematikan seperti hipertensi, diabetes, stroke, jantung di usia senja Atau di usia 75 tahun saya masih produktif, bermanfaat bagi orang lain, mandiri”. “Apakah pernah terlintas dalam pikiran kita keinginan-keinginan seperti itu?” Kalau kita tidak pernah membayangkan bagaimana status kesehatan kita di masa yang akan datang, kita kemungkinan besar juga akan mendapatkan apa adanya. Sehingga tidak heran, banyak yang kaget, tidak percaya, ketika mereka diberitahu menderita diabetes, sakit jantung dan sebagainya pada usia beranjak tua, bahkan di usia relatif muda.

Teman saya, beberapa tahun lalu, sangat terpukul ketika diberitahu dokter yang merawat bahwa beliau menderita penyakit diabetes yang sudah mengalami komplikasi. Dia relatif masih muda waktu itu, kaya, punya segalanya. Rumah mewah, vila, motor, mobil mahal, mobil antik, barang antik, semua ada. Dan, semua itu saya lihat memang terpelihara dengan baik, apalagi mobil-mobilnya, koleksi barang antiknya.

Dan, suatu ketika, “saya berharap mobil-mobil Saya ini masih dapat Saya geber dengan kecepatan tinggi 15 tahun lagi. Mobil antik ini juga demikian, masih dapat lari menanjak di tikungan tajam di puncak”, ungkapnya.

Lalu, “apa yang Anda lakukan untuk itu?” tanya Saya sambil berseloroh

“Jelas, saya jaga, pelihara, saya keluarkan biaya khusus untuk itu. Mobil yang baru ini, saya pelihara, servis sesuai dengan manual yang diberikan, bahkan kalau Saya melihat ada sesuatu yang tidak beres, walaupun belum waktunya diservis, saya servis secepatnya. Bahan bakarnya juga begitu, saya pilih bahan bakar, pelumas sesuai anjuran pabrik, walau itu mahal. Mobil antik yang Saya beli cukup mahal ini, juga demikian, saya berikan perhatian, waktu khusus untuk merawatnya. Bengkelnya juga bukan sembarangan, bukan bengkel di tepi jalan seadanya, tapi langganan yang sangat ahli dengan seluk-beluk mobil ini. Bila dalam beberapa hari tidak Saya pakai, mobil ini dipanaskan dan dibersihkan oleh pembantu Saya” , jawabnya

Mendengar ungkapan yang cukup panjang dari teman saya ini, mengenai apa yang dilakukannya untuk menjaga agar mobil-mobilnya, 10-15 tahun ke depan masih tetap sehat seperti sekarang ini, sebenarnya saya juga ingin bertanya, “apa dia juga melakukan hal yang sama untuk dirinya agar 10-15 atau 20 tahun yang akan datang, masih dapat berjalan cepat, naik tangga 2-3 lantai tanpa nafas sesak?”

Sayangnya, melihat wajahnya, penampilan fisiknya, kesibukan sehari-harinya, saya yakin, teman saya ini, barangkali tidak pernah memikirkannya, apalagi merencanakan apa yang harus dia lakukan sekarang agar dia tetap sehat, masih bugar 10-15 tahun yang akan datang. Memang dia punya kolam renang, tapi hanya sekedar biar rumahnya kelihatan megah, atau mungkin yang berenang di sana hanya pembantunya. Treadmill, alat olah raga lengkap, cuma lama-lama jadi barang rogsokan. Main golf katanya ada, sekali, dua kali seminggu, tapi barangkali lebih banyak duduk, bercanda dengan caddy yang cantik-cantik, atau melakukan lobi-lobi bisnisnya….. Nah, itu yang banyak kita jalani sekarang, memelihara, menjaga sesuatu yang kita sayangi, seperti teman saya itu, mobil antiknya dirawat, dipelihara, tetapi tidak untuk dirinya sendiri. Tidak heran, kemudian beliau berpulang sebelum waktunya

Jadi, ibaratkan berjalan, anda tidak tahu ke mana anda mau pergi, tidak jelas tujuan anda, anda akan sampai di mana saja. Begitu juga dengan kesehatan, anda jangan kaget, kalau anda suatu ketika didiagnosis suatu penyakit yang berat, kalau anda sendiri tidak pernah peduli dengan kesehatan anda.

(Hrn)


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.