Ingin Sehat? Yuk Biasakan Gunakan Tangga

SERUJI.CO.ID – Tidak hanya satu jalan ke Roma, banyak pilihan agar kita sampai di sana. Begitu juga dengan kesehatan, banyak cara yang bisa kita lakuian. Contoh sederhana saja, anak tangga di Rumah kita atau di mana saja tangga itu ada, baik di dalam perjalanan, di gedung-gedung tempat kita melakukan aktifitas, adalah saràna penting untuk memperoleh dan menjaga kesehatan yang lebih baik. Anak tangga yang akan menurunkan risiko beberapa penyakit degeneratif dan penyakit kardiovaskuler.

Sehubungan dengan manfaat tangga ini bagi kesehatan, ada penelitian yang dilakukan di University Hospital , Geneva. Penelitian pada 77 individu yang diminta untuk naik-turun tangga sebanyak 27 anak tangga setiap hari selama tiga bulan. Hasilnya melampaui perkiraan dan harapan peneliti. Setelah tiga bulan menggunakan tangga tersebut berat badan mereka turun rata-rata 550 gr dan lingkar perut berkurang 1,5 Cm.

Dan, Anda sudah tahu bahwa berat badan, dan lingkaran perut merupakan faktor risiko penting penyakit degeneratif dan kardiovaskuler. Penurunan berat badan, lingkar perut pada dasarnya akan mengurangi risiko penyakit ini.

Lalu, apa sebabnya berat badannya turun dan lingkar perutnya berkurang?


Secara sederhana, bahwa kalau kita memilih naik tangga di suatu gedung bertingkat misalnya, dibandingkan dengan menggunakan lift atau eskalator, kalori yang dibutuhkan tentu saja tidak sama.

Saat kita melangkah naik satu anak tangga menurut suatu buku yang pernah saya baca memerlukan 0,11 kalori dan 0,05 kalori pada saat turun. Bila kita melakukan aktifitas naik turun tangga ini selama 30 menit sehari, maka kalori yang digunakan mencapai sekitar 300 kalori. Andaikan asupan kalori kita tetap sama seperti biasanya dan kita melakukan kebisaan naik turun tangga ini secara teratur, 15 menit misalnya, kita akan membakar kalori sebesar 300 kalori. Maka dalam satu bulan berat badan kita pasti akan turun

Penurunan berat badan dan lingkar perut ini juga saya alami sendiri. Saya dalam satu tahun ini praktek di suatu Rumah Sakit berlantai delapan. Mulai dari loby di lantai empat sampai dengan ruang perawatan lantai delapan saya selalu menggunakan tangga. Setiap lantai ada 24 anak tangga. Karena ada empat lantai, jumlah anak tangganya ada 96, turun naik berarti 192 anak tangga.

Sebelum praktek di Rumah Sakit itu, berat badan saya sekitar 70 Kg, termasuk overweight menurut tinggi saya. Beberapa bulan setelah menjalani aktifitas fisik seperti itu berat badan saya turun menjadi sekitar 66-67 Kg. Dan, stabil di angka itu sampai sekarang, padahal saya merasa makan lebih banyak daripada biasanya.

Dan, tidak hanya berat badan saaya saja yang turun, tekanan darah saya juga turun. Saya memang menderita hipertensi dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum melakukan aktifitas naik-turun tangga di tempat kerja ini saya menggunakan dua macam obat dosis minimal, tapi sekarang, dengan satu obat saja tekanan darah saya terkontrol dengan baik.

Penelitian lain di Ingris yang pernah dimuat dalam journal terkenal, pada tahun 1955, membandingkan kejadian penyakit kardiovaskuer antara pengemudi dengan kondektur atau pemungut tiket para penumpang bis kota bertingkat dua. Hasilnya, kejadian penyakit kardiovaskuler yang diderita oleh kondektur hanya setengah dari yang diderita para pengemudi. Menurut peneliti rendahnya kejadian penyakit kardiovaskuler disebabkan aktifitas fisik naik turun tangga bis yang dijalani selama delapan jam kerja.

Nah, Sayangnya, Sebagian Besar Kita Enggan Menggunakan Tangga, Kita Memilih Antri Berdesakan Menunggu Lift Hanya Untuk Naik Satu-Dua Lantai.

Padahal menapakkan kaki kita di setiap anak tangga itu tidak hanya akan membuat otot, tulang kita semakit padat, kita juga akan semakin langsing, dan tentu saja jantung kita akan semakin kuat dan sehat. Ingat, sehat itu pilihan, pilihan-pilihan yang kita ambil sekarang akan menentukan kesehatan kita di masa yang akan datang

Jakarta, 22 Sept 2018

Irsyal Rusad


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.