Imunisasi Polio Tetap Dibutuhkan meski Indonesia Terbebas dari Penyakit Ini

SURABAYA – Penyakit polio atau poliomyelitis merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus polio. Gejalanya bisa ringan seperti flu hingga berat dan bisa menimbulkan kematian. 1-2  persen kasus penyakit polio menyerang jaringan syaraf sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan otot lengan, otot kaki, maupun otot pernapasan.

Apabila otot pernapasan lumpuh, maka otot tersebut tidak dapat bekerja sehingga penderitanya tidak bisa bernapas, akibatnya bisa meninggal. Hanya 50 persen penderita polio yang terserang jaringan syarafnya yang bisa bertahan hidup, namun akan mengalami kelumpuhan permanen selama sisa umurnya.

World Health Organization (WHO) menargetkan dunia bebas penyakit polio pada tahun 2020. April 2014, Indonesia mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO karena sejak 2006 sudah tidak ada lagi kasus polio di Indonesia. Hal ini bisa terjadi disebabkan program imunisasi polio di Indonesia berhasil dan diterima mayoritas rakyatnya meskipun ada sebagian kecil masyarakat yang menolak imunisasi.

Imunisasi polio merupakan cara efektif untuk mencegah terjangkitnya penyakit polio dan secara tidak langsung bisa memusnahkan virus polio. Sebab, orang yang telah mendapat imunisasi polio maka tubuhnya akan menjadi kebal terhadap serangan virus polio, sehingga virus polio tidak bisa berkembang biak didalam tubuh.

Semakin banyak orang yang kebal dengan penyakit ini, maka akan semakin sedikit ruang bagi virus polio untuk berkembang biak, sehingga lama kelamaan virus polio bisa punah. Ini pula yang menjadi dasar pertimbangan kenapa imunisasi polio masih diperlukan hingga saat ini meskipun sertifikat bebas polio sudah dikantongi. Selain alasan itu, juga karena dunia belum bebas polio maka ada potensi penularan antar penduduk dunia.

Sejak Juni 2016, telah diperkenalkan inactivated poliomyelitis vaccine (IPV), yaitu imunisasi polio yang cara pemberiannya dengan disuntikkan. Sebelumnya imunisasi polio di Indonesia menggunakan oral poliomyelitis vaccine (OPV) yang pemberiannya dengan cara diteteskan ke dalam mulut. Sekarang kedua-duanya digunakan. Imunisasi polio tetes diberikan 4 kali pada usia bayi 1,2,3 dan 4 bulan. Sedangkan imunisasi polio suntikan diberikan sekali bersamaan dengan pemberian imunisasi polio tetes yang ke-4 (pada usia 4 bulan).

Semoga dengan kerja sama yang baik antara negara dan masyarakat di seluruh dunia dalam menyukseskan program imunisasi polio bisa mengantarkan dunia terbebas dari penyakit polio. Bebasnya dunia dari penyakit cacar merupakan salah satu contoh kesuksesan program imunisasi dalam pemberantasan penyakit, sehingga saat ini sudah tidak diperlukan lagi imunisasi cacar.

Bukti nyata kesuksesan program imunisasi ini mudah-mudahan semakin memperkecil jumlah masyarakat yang belum percaya dengan manfaat imunisasi.

Gambar di atas adalah koleksi pribadi penulis yang belum pernah dipublikasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.