Imunisasi Polio Tetap Dibutuhkan meski Indonesia Terbebas dari Penyakit Ini

0
146

SURABAYA – Penyakit polio atau poliomyelitis merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus polio. Gejalanya bisa ringan seperti flu hingga berat dan bisa menimbulkan kematian. 1-2  persen kasus penyakit polio menyerang jaringan syaraf sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan otot lengan, otot kaki, maupun otot pernapasan.

Apabila otot pernapasan lumpuh, maka otot tersebut tidak dapat bekerja sehingga penderitanya tidak bisa bernapas, akibatnya bisa meninggal. Hanya 50 persen penderita polio yang terserang jaringan syarafnya yang bisa bertahan hidup, namun akan mengalami kelumpuhan permanen selama sisa umurnya.

World Health Organization (WHO) menargetkan dunia bebas penyakit polio pada tahun 2020. April 2014, Indonesia mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO karena sejak 2006 sudah tidak ada lagi kasus polio di Indonesia. Hal ini bisa terjadi disebabkan program imunisasi polio di Indonesia berhasil dan diterima mayoritas rakyatnya meskipun ada sebagian kecil masyarakat yang menolak imunisasi.

Imunisasi polio merupakan cara efektif untuk mencegah terjangkitnya penyakit polio dan secara tidak langsung bisa memusnahkan virus polio. Sebab, orang yang telah mendapat imunisasi polio maka tubuhnya akan menjadi kebal terhadap serangan virus polio, sehingga virus polio tidak bisa berkembang biak didalam tubuh.

Semakin banyak orang yang kebal dengan penyakit ini, maka akan semakin sedikit ruang bagi virus polio untuk berkembang biak, sehingga lama kelamaan virus polio bisa punah. Ini pula yang menjadi dasar pertimbangan kenapa imunisasi polio masih diperlukan hingga saat ini meskipun sertifikat bebas polio sudah dikantongi. Selain alasan itu, juga karena dunia belum bebas polio maka ada potensi penularan antar penduduk dunia.

Sejak Juni 2016, telah diperkenalkan inactivated poliomyelitis vaccine (IPV), yaitu imunisasi polio yang cara pemberiannya dengan disuntikkan. Sebelumnya imunisasi polio di Indonesia menggunakan oral poliomyelitis vaccine (OPV) yang pemberiannya dengan cara diteteskan ke dalam mulut. Sekarang kedua-duanya digunakan. Imunisasi polio tetes diberikan 4 kali pada usia bayi 1,2,3 dan 4 bulan. Sedangkan imunisasi polio suntikan diberikan sekali bersamaan dengan pemberian imunisasi polio tetes yang ke-4 (pada usia 4 bulan).

Semoga dengan kerja sama yang baik antara negara dan masyarakat di seluruh dunia dalam menyukseskan program imunisasi polio bisa mengantarkan dunia terbebas dari penyakit polio. Bebasnya dunia dari penyakit cacar merupakan salah satu contoh kesuksesan program imunisasi dalam pemberantasan penyakit, sehingga saat ini sudah tidak diperlukan lagi imunisasi cacar.

Bukti nyata kesuksesan program imunisasi ini mudah-mudahan semakin memperkecil jumlah masyarakat yang belum percaya dengan manfaat imunisasi.

Gambar di atas adalah koleksi pribadi penulis yang belum pernah dipublikasikan

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Mochamad Iriawan

Terungkap Pengusul Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar, Mendagri: Presiden Jokowi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Teka-teki siapa pengusul Komisari Jendral Polisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan, terjawab saat pelantikan Iriawan yang...

Satpam Sekolah Gagalkan Pencurian Laptop

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Satpam SMPN 2 Jetis, Marni menggagalkan pencurian "laptop" atau komputer jinjing yang dilakukan dua orang tersangka, Randy dan Dika keduanya warga Kabupaten...

Abrasi Laut Ancam Wisata Tanjung Lesung

BANTEN, SERUJI.CO.ID - Abrasi air laut berpotensi mengancam puluhan meter jalan utama menuju destinasi wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang menjadi pilihan favorit...

Tahan Imbang Brazil 1-1, Pelatih: Jangan Remehkan Swiss

ROSTOV ON DON, SERUJI.CO.ID - Pelatih Swiss Vladimir Petkovic mengatakan timnya sepantasnya mendapatkan pengakuan lebih banyak setelah berhasil menahan imbang juara lima kali Brazil 1-1...

Jepang Diguncang Gempa, 2 Orang Tewas

TOKYO, SERUJI.CO.ID -  Seorang pria tua dan gadis muda tewas, dengan beberapa orang lain juga akibat henti jantung , setelah bangunan-bangunan runtuh dalam gempa berkekuatan...