Imunisasi Polio Tetap Dibutuhkan meski Indonesia Terbebas dari Penyakit Ini

0
71

SURABAYA – Penyakit polio atau poliomyelitis merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus polio. Gejalanya bisa ringan seperti flu hingga berat dan bisa menimbulkan kematian. 1-2  persen kasus penyakit polio menyerang jaringan syaraf sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan otot lengan, otot kaki, maupun otot pernapasan.

Apabila otot pernapasan lumpuh, maka otot tersebut tidak dapat bekerja sehingga penderitanya tidak bisa bernapas, akibatnya bisa meninggal. Hanya 50 persen penderita polio yang terserang jaringan syarafnya yang bisa bertahan hidup, namun akan mengalami kelumpuhan permanen selama sisa umurnya.

World Health Organization (WHO) menargetkan dunia bebas penyakit polio pada tahun 2020. April 2014, Indonesia mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO karena sejak 2006 sudah tidak ada lagi kasus polio di Indonesia. Hal ini bisa terjadi disebabkan program imunisasi polio di Indonesia berhasil dan diterima mayoritas rakyatnya meskipun ada sebagian kecil masyarakat yang menolak imunisasi.

Imunisasi polio merupakan cara efektif untuk mencegah terjangkitnya penyakit polio dan secara tidak langsung bisa memusnahkan virus polio. Sebab, orang yang telah mendapat imunisasi polio maka tubuhnya akan menjadi kebal terhadap serangan virus polio, sehingga virus polio tidak bisa berkembang biak didalam tubuh.

Semakin banyak orang yang kebal dengan penyakit ini, maka akan semakin sedikit ruang bagi virus polio untuk berkembang biak, sehingga lama kelamaan virus polio bisa punah. Ini pula yang menjadi dasar pertimbangan kenapa imunisasi polio masih diperlukan hingga saat ini meskipun sertifikat bebas polio sudah dikantongi. Selain alasan itu, juga karena dunia belum bebas polio maka ada potensi penularan antar penduduk dunia.

Sejak Juni 2016, telah diperkenalkan inactivated poliomyelitis vaccine (IPV), yaitu imunisasi polio yang cara pemberiannya dengan disuntikkan. Sebelumnya imunisasi polio di Indonesia menggunakan oral poliomyelitis vaccine (OPV) yang pemberiannya dengan cara diteteskan ke dalam mulut. Sekarang kedua-duanya digunakan. Imunisasi polio tetes diberikan 4 kali pada usia bayi 1,2,3 dan 4 bulan. Sedangkan imunisasi polio suntikan diberikan sekali bersamaan dengan pemberian imunisasi polio tetes yang ke-4 (pada usia 4 bulan).

Semoga dengan kerja sama yang baik antara negara dan masyarakat di seluruh dunia dalam menyukseskan program imunisasi polio bisa mengantarkan dunia terbebas dari penyakit polio. Bebasnya dunia dari penyakit cacar merupakan salah satu contoh kesuksesan program imunisasi dalam pemberantasan penyakit, sehingga saat ini sudah tidak diperlukan lagi imunisasi cacar.

Bukti nyata kesuksesan program imunisasi ini mudah-mudahan semakin memperkecil jumlah masyarakat yang belum percaya dengan manfaat imunisasi.

Gambar di atas adalah koleksi pribadi penulis yang belum pernah dipublikasikan

Komentar

BACA JUGA

Kepolisian Inggris Selidiki Surat Rasis Untuk Pangeran Harry

LONDON, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Inggris mengatakan, Kamis (22/2), pihaknya sedang melakukan penyelidikan setelah satu paket yang berisi bahan misterius dikirim ke sebuah istana kerajaan. Media massa...
Nicolas Maduro

Hadang Serbuan Venezuela, Guyana Perkuat Perbatasan

GEORGETOWN, SERUJI.CO.ID - Guyana pekan ini mendirikan dua markas tentara di perbatasan perhutanan dengan Venezuela, negara yang sedang menderita, sebagai upaya untuk menggagalkan penerobosan dan...

Akhir Musim 2018, Tim Tech 3 Berpisah Dengan Yamaha

TOKYO, SERUJI.CO.ID - Tim Tech3 MotoGP akan mengakhiri kemitraan mereka dengan Yamaha pada akhir musim, demikian diumumkan pabrikan Jepang itu pada Kamis (22/2). Tim itu,...
Bandung Banjir

Hujan Deras Tiada Henti, Beberapa Ruas Jalan di Bandung Tergenang Air

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (22/2) sore hingga tengah malam membuat beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat tergenang air. Beberapa...

Meski Menang 2-0 dari RB Leipzig di Liga Europa, Napoli Tersingkir

BERN, SERUJI.CO.ID - Pemuncak klasemen Liga Italia Napoli hampir mencatatkan kebangkitan dramatis di Liga Europa ketika mereka menang 2-0 di markas RB Leipzig, namun mereka...
loading...
IMG-20180222-WA0019

Dinas Ketahanan Pangan Gandeng Fatayat NU Lakukan Ini

Kotawaringin Barat - Dinas katahanan pangan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Rabu (21/2) memberikan pelatihan keterampilan membuat sapu lidi kepada masyarakat desa Sebuai...

Keistimewaan Air Bekas Wudhu terhadap Kehidupan Tanaman

Air sebagai sumber kehidupan sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara di bumi kondisi air macam-macam. Dari berbagai macam air itu ternyata berbeda-beda pula terhadap tanaman. Untuk...
IMG20180222054602

Kota Ini Mulai Dikepung Kabut Asap, Siapa Pelakunya..?

Kotawaringin Barat - Hampir sepekan udara kota Pangkalan Bun tampaknya sudah tidak bersahabat. Kebut asap mulai menyeruak aromanya tercium tidak sedap hanya karena ulah...