Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberculosis Tahun 2050 Melalui Aksi TOSS TB di Keluarga

Tema nasional hari TB sedunia: Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia bebas TB Melalui Aksi TOSS TB “Temukan Tuberculosis Obati Sampai Sembuh di Keluarga!”

Berdasarkan data dari WHO Global Tuberculosis Report 2016 menyatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk 254.831.222, menempati posisi kedua dengan beban TB tertinggi di dunia. TB di Indonesia juga merupakan penyebab nomor empat kematian setelah penyakit kardiovaskular.

Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan memiliki target “Indonesia Bebas TB 2050” melalui aksi TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh) dimulai dari keluarga.

Tanggal 24 maret merupakan hari TB sedunia. Tahun ini mengambil tema “Unite To End TB, Leave No One Behind”. Sedangkan tema nasional peringatan hari TB sedunia hampir sama dengan tahun lalu yaitu gerakan masyarakat menuju Indonesia bebas TB melalui aksi TOSS TB “Temukan Tuberculosis Obati Sampai Sembuh di Keluarga!”

Hari TB sedunia diperingati setiap tanggal 24 sebagai bentuk penghormatan kepada dr Robert Koch, seorang ilmuwan yang mengumumkan bahwa ia telah menemukan penyebab dari penyakit Tuberkulosis, yakni Mycobacterium Tuberculosis pada tanggal 24 maret 1882. Pada saat itu, wabah Tuberkulosis sedang menyebar di Eropa dan Amerika, yang menyebabkan kematian satu dari tujuh orang. Harapannya dengan diadakannya hari TB sedunia ini bisa membangun kesadaran masyarakat tentang tuberculosis serta usaha-usaha untuk mengurangi wabah tersebut.


Kuman Mycobacterium Tuberculosis mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kebanyakan kuman lainnya. Dia mempunyai sifat dorman yang sering diartikan sebagai kuman yang sedang tidur. Sehingga walaupun penderita sudah tidak merasakan gejala apapun tapi sebenarnya kuman Mycobacterium Tuberculosis masih bersarang di tubuhnya. Hal ini pula yang menjadi alasan penderita TB harus diobati minimal 6 bulan. Padahal biasanya penderita TB setelah satu bulan pengobatan sudah tidak merasakan gejala apapun. Bahayanya apabila penderita TB tidak diobati sampai sembuh (minimal 6 bulan) maka kuman TB akan bangun dari tidurnya dan akan menimbulkan gejala lagi, dan fatalnya apabila kuman TB sudah pernah diobati tapi tidak tuntas maka beresiko kuman TB tersebut sudah tidak mempan diobati dengan obat yang sama. Kuman TB yang seperti ini disebut kuman TB resisten obat yang sering diistilahkan dengan TB -MDR.

TOSS TB merupakan upaya untuk mengajak aktif masyarakat agar segera konsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda penyakit TB , dan apabila sudah terdiagnosa TB diharapkan peran aktif masyarakat untuk ikut mengawasi penderita TB agar minum obat teratur dan sampai sembuh. Dan gerakan ini silakan dimulai dikeluarga masing-masing. Penderita TB untuk bisa sembuh memerlukan waktu pengobatan minimal 6 bulan. Beberapa kasus memerlukan waktu pengobatan lebih dari itu.

Tanda–tanda penyakit TB diantaranya: batuk berdahak lebih dari 2 minggu, berat badan menurun, keluar keringat pada malam hari walaupun tidak beraktifitas, demam ringan, nafsu makan berkurang. Apabila menemukan gejala tersebut pada diri atau keluarga anda maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Mari kita sukseskan TOSS TB ( temukan TB obati sampai sembuh) dimulai dari keluarga.

Editor: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi