‘Epidemi Global Kebutaan’ Akibat Berjam-Jam Menatap Layar Digital

43

Spanyol, Seruji.com – Cahaya energi tinggi dari layar digital merusak retina kita, sebuah penelitian baru mengatakan demikian. Kerusakan pada retina -lapisan peka cahaya di belakang mata- adalah penyebab terbesar yang merupakan pusat kebutaan.

Para ahli mengatakan bahwa kita sedang menghadapi epidemi global yang baru yaitu epidemi global kehilangan penglihatan terutama bagi jutaan anak-anak yang terpapar layar digital. Namun demikian para peneliti mengklaim, dengan menggunakan filter pada layar digital, akan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

Cahaya energi tinggi yang dipancarkan dari layar digital yang menyebabkan kerusakan permanen pada mata kita dengan memburuknya retina.

Peneliti utama Dr Celia Sanchez-Ramos mengatakan: “Hal ini penting untuk orang dewasa dan orang tua untuk bertindak sekarang dan melindungi diri dari kerusakan lebih lanjut.”

Menatap layar digital untuk beberapa jam dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina, yang berpotensi menyebabkan kebutaan pusat, menurut studi tersebut.

Saat ini, ada sekitar 900 juta perangkat. Sebagian dari itu sebanyak 70 juta digunakan oleh anak-anak di Amerika Serikat tanpa pelindung mata seperti layar pelindung atau kacamata.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Complutense Madrid di Spanyol, menganalisis dan membandingkan hasil dua studi sebelumnya. Pertama retina tikus terpapar layar tablet memancarkan cahaya LED putih, sebanyak satu kelompok dengan filter layar dan kelompok lain tanpa filter layar. Setelah tiga bulan paparan cahaya LED putih, tikus yang terpapar cahaya tanpa filter mengalami kira-kira kenaikan 23 persen kematian sel retina, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. (RA)

Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4149734/Global-epidemic-blindness-screen-time-blinding-kids-adults.html
Alih bahasa: Rory Anas, kontributor Seruji Riau

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama