‘Epidemi Global Kebutaan’ Akibat Berjam-Jam Menatap Layar Digital

Spanyol, Seruji.com – Cahaya energi tinggi dari layar digital merusak retina kita, sebuah penelitian baru mengatakan demikian. Kerusakan pada retina -lapisan peka cahaya di belakang mata- adalah penyebab terbesar yang merupakan pusat kebutaan.

Para ahli mengatakan bahwa kita sedang menghadapi epidemi global yang baru yaitu epidemi global kehilangan penglihatan terutama bagi jutaan anak-anak yang terpapar layar digital. Namun demikian para peneliti mengklaim, dengan menggunakan filter pada layar digital, akan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

Cahaya energi tinggi yang dipancarkan dari layar digital yang menyebabkan kerusakan permanen pada mata kita dengan memburuknya retina.

Peneliti utama Dr Celia Sanchez-Ramos mengatakan: “Hal ini penting untuk orang dewasa dan orang tua untuk bertindak sekarang dan melindungi diri dari kerusakan lebih lanjut.”

Menatap layar digital untuk beberapa jam dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina, yang berpotensi menyebabkan kebutaan pusat, menurut studi tersebut.

Saat ini, ada sekitar 900 juta perangkat. Sebagian dari itu sebanyak 70 juta digunakan oleh anak-anak di Amerika Serikat tanpa pelindung mata seperti layar pelindung atau kacamata.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Complutense Madrid di Spanyol, menganalisis dan membandingkan hasil dua studi sebelumnya. Pertama retina tikus terpapar layar tablet memancarkan cahaya LED putih, sebanyak satu kelompok dengan filter layar dan kelompok lain tanpa filter layar. Setelah tiga bulan paparan cahaya LED putih, tikus yang terpapar cahaya tanpa filter mengalami kira-kira kenaikan 23 persen kematian sel retina, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. (RA)

Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4149734/Global-epidemic-blindness-screen-time-blinding-kids-adults.html
Alih bahasa: Rory Anas, kontributor Seruji Riau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.

KUNTUM KHAIRA UMMATIN