Dinkes Lebak Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Katastropik


LEBAK, SERUJI.CO.ID –┬áDinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengajak masyarakat dapat mencegah penyakit katastropik dengan pola makan yang sehat juga berolahraga rutin serta menghindari konsumsi yang mengandung gula dan garam berlebihan.

“Kita prihatin penderita penyakit katastropik memakan biaya pengobatan cukup besar,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah di Lebak, Kamis (4/1).

Penyakit katastropik terdiri dari kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hepatitis, leukemia, dan hemofilia.

“Penyakit tersebut tentu cukup membahayakan bagi kesehatan masyarakat juga biaya pengobatan sangat tinggi,” kata dia.

Bahkan, katanya, banyak warga yang mengalami penyakit katastropik hingga rumah dan kendaraan dijual untuk biaya pengobatan penyakit tersebut.

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat dapat mencegah penyakit katastropik tersebut agar usia harapan hidup (UHH) meningkat,” ujarnya.

Untuk pencegahan penyakit itu di antaranya masyarakat membudayakan pola hidup sehat dengan menghindari merokok, minuman keras, makanan cepat saji, makanan instan, konsumsi gula dan garam berlebihan.

Selain itu juga menghindari konsumsi makanan karbohidrat tinggi, juga stres.

Selain itu, gaya hidup yang kurang bergerak/olahraga, serta sering begadang.

Saat ini, penderita penyakit katastropik tidak pandang bulu baik warga perkotaan maupun pedesaan juga berbagai strata sosial masyarakat mulai petani, pedagang, TNI, Polri, perbankan, pegawai aparatur sipil negara (ASN).

“Kami minta masyarakat dapat membudayakan pola hidup sehat dan berolahraga rutin, makanan yang bergizi dan rajin melakukan pemeriksaan kesehatan bisa mencegah penyakit katastropik itu,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah daerah terus mengoptimalkan promosi kesehatan guna pengendalian penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit katastropik.

Promosi pencegahan itu dengan memaksimalkan pelayanan pos pembinaan terpadu (Pospindu) dan posyandu.

Pelayanan pospindu itu tersebar di 42 Puskesmas dan posyandu di 345 desa/kelurahan tersebar di 28 kecamatan untuk mendeteksi gejala penderita PTM.

Kehadiran pospindu dan posyandu merupakan pelayanan awal untuk mendeteksi gejala penyakit katastropik.

Sebab, saat ini jumlah penderita penyakit katastropik di Kabupaten Lebak tahun ke tahun meningkat.

Peningkatan penyakit itu tentu berdampak terhadap UHH juga menimbulkan pemiskinan karena biaya pengobatan cukup mahal karena jenis penyakit itu sudah mengalami komplikasi.

“Kami minta masyarakat menjaga pola hidup sehat untuk mencegah penyakit yang bisa menimbulkan kemiskinan itu,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Kabupaten Lebak Budi Kuswandi mengatakan hingga kini pihak rumah sakit masih menanggung biaya penyakit katastropik oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan BPJS Kesehatan.

“Program ini sangat dirasakan masyarakat juga memberikan manfaat medis secara komprehensif kepada semua peserta JKN,” kata Budi.

Berdasarkan data penyakit tahun 2016 tertinggi penderita diabetes melitus tercatat 3.359 orang.

Kemudian, penyakit dispepsia, gagal jantung, dorsopati, bronchitis, artosis, skizo frenia, hipertensi, migren, dan serebrovaskuler.

“Kami terus memaksimalkan pelayanan agar masyarakat bisa kembali sehat,” pungkasnya. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close