MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kehadiran BPJS Kesehatan dalam mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat erat hubungannya dengan keterbukaan informasi publik. Di sinilah media memegang peranan yang amat krusial sebagai mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menyampaikan informasi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Asisten Deputi Direksi Bidang SDM Umum dan Komunikasi Kesehatan BPJS Kesehatan Wilayah Sumut Aceh, Gusti Ngurah Catur Wiguna dalam kegiatan Media Gathering bersama Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut dan insan pers dari Aceh di Sibolangit, Kamis (9/11/2017).
“BPJS Kesehatan juga memerlukan media massa untuk dapat menjadi alat kontrol terkait implementasi kebijakan pemerintah, dengan turut memberikan pandangan dari sisi masyarakat, sehingga dapat menjadi masukan berharga bagi peningkatan layanan dan implementasi program yang dijalankan,” terangnya.
Dalam kegiatan itu, dr. Alwi Thamrin Nasution, SpPD – KGH dari Pernefri juga menyampaikan seminar kesehatan tentang pencegahan penyakit ginjal.
Dr Alwi mengingatkan, agar masyarakat mewaspadai penurunan jumlah air urine karena itu merupakan gejala penyakit gagal ginjal akut.
“Ada dua jenis gagal ginjal, akut dan kronis. Gagal ginjal akut gejalanya jika kencing berkurang atau air seni sedikit, karena itu perlu pemeriksaan urin untuk deteksi dini, sehingga bisa dicegah cuci darah seumur hidup,” katanya.
Dia memprediksi, peningkatan penderita gagal ginjal di tahun 2020 bisa empat kali lipat. Saat ini saja prevalensinya, dari 1 juta penduduk, 400 orang di antaranya gagal ginjal. Dari 400 orang itu yang membutuhkan terapi cuci darah atau Hemodialisa ada 100 orang, sehingga cuci darah merupakan salahsatu penyakit dengan biaya yang sangat banyak.
“Ginjal berfungsi untuk membuang semua sisa makanan yang tidak dibutuhkan tubuh guna melindungi tubuh dari racun makanan atau ureum sisa makanan dan menjaga keseimbangan air dan zat garam dalam tubuh. Semua yang kita makan tersisa di dalam tubuh karena tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga ginjal membuangnya melalui urin,” ungkapnya. (Mica/SU02)
