Ratusan Ribu Jamaah Penuhi Masjidil Aqsa Selama Ramadhan

0
183
Masjid al-Aqsa
Pada bulan Ramadhan, Masjid al-Aqsa selalu dipenuhi ratusan ribu umat Islam yang ingin melakukan ibadah Shalat Jumat. (Foto: Anadolu Agency & APA Images)

YERUSALEM – Diperkirakan 250.000 Muslim Palestina dari Tepi Barat, Jalur Gaza, dan komunitas Arab di dalam pendudukan Israel berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur untuk melakukan ibadah selama bulan puasa Ramadhan.

Pria berusia di atas 40 tahun, anak di bawah 12 tahun, dan wanita dari segala usia diizinkan oleh pemerintah Israel untuk memasuki Yerusalem Timur tanpa proses izin yang rumit seperti hari biasa.

Sejak Jumat pagi (9/6) pihak berwenang Israel telah meningkatkan keamanan di sekitar lokasi, menggelar ribuan tentara di jalan-jalan sekitarnya dan mendirikan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

“Karena semua pembatasan keamanan, saya membutuhkan waktu empat jam untuk mencapai Yerusalem dari kota Nablus,” kata Salem Abdulhadi, 52, kepada kantor berita Anadolu, yang dirilis oleh AlJazeera, Sabtu (10/6).

“Saya biasanya melakukan sholat Jum’at di Al-Aqsa untuk Ramadhan meski ada pengetatan keamanan,” katanya.

Direktur jenderal Palestina untuk amal dan urusan Al-Aqsa, Sheikh Azzam al-Khatib, mengatakan sekitar 250.000 jamaah muncul di Al-Aqsa untuk menghadiri shalat Jumat (9/6).

“Kami memperkirakan sekitar 150.000 jamaah Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza akan tetap tinggal untuk lanjut hingga sholat tarawih,” katanya.

Al-Khatib menambahkan Otoritas Wakaf dari Yordania akan mendistribusikan makanan dan air minuman ke jamaah setiap hari untuk berbuka puasa.

Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah sebuah situs yang dianggap suci bagi umat Muslim dan juga Yahudi. Oleh umat Muslim ia dianggap sebagai tempat tersuci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi.

Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur –lokasi di mana Al-Aqsa berada– selama Perang Arab-Israel 1967.

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dan mengklaimnya sebagai ibukota yang “abadi dan tak akan terbagi”. (M.Gauzal/IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU