LONDON – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan melakukan pertemuan serius untuk membahas kekerasan bertubi-tubi yang dilakukan pemerintah Israel kepada Palestina, pada hari Senin (24/7) seperti yang dilansir oleh kantor berita Reuters.
Pertemuan tersebut digelar atas permintaan negara Swedia, Mesir dan Prancis yang meminta untuk segera membahas bagaimana kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem dapat dihentikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Swedia dan Juru Bicara Untuk PBB, Carl Skau, dalam akun twitternya.
Sebelumnya, tiga orang Palestina tewas dalam aksi kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel. Aksi kekerasan Israel tersebut dipicu oleh penolakan rakyat Palestina yang disebabkan adanya peraturan bagi rakyat Palestina yang hendak melakukan sholat di masjid Al Aqsha, harus melalui pemeriksaan ketat dan melalui instalasi detektor logam di setiap pintu masuk Masjid Al Aqsha.
Sementara polisi Israel mengatakan bahwa mereka menggunakan peralatan anti huru hara untuk membubarkan belasan orang Palestina yang melemparkan batu dan botol ke mereka.
Tayangan televisi menunjukkan polisi melemparkan granat setrum dan menggunakan meriam air untuk memecah kerumunan. (JarotS/HA)

agak pesimis dengan Dewan Keamanaan PBB ini, mau pertemuan serius atau pertemuan luar biasa sekalipun tetap israel laknatullah ini tetap sewenang-wenang, karena pentolan-pentolan di amerika serikat sendiri orang israel jaduhi.
Dunia tidak pernah serius menyikapi Palestina. Bahkan para pemimpin negara muslim juga sangat sedikit yang serius menyikapi Palestina. Pertemuan dan resolusi hanya kepura-puraan.