Arab Saudi, Mesir, UEA, Bahrain Putus Hubungan Diplomatik Dengan Qatar

4
482
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pada KTT Islam-Amerika di Riyadh, Arab Saudi

RIYADH – Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain mengatakan bahwa mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Kerajaan Saudi membuat pengumuman tersebut melalui badan pers Saudi yang dikelola negara pada Senin (05/06) pagi waktu setempat.

Kerajaan mengatakan bahwa pihaknya mengambil tindakan untuk apa yang mereka sebut sebagai perlindungan keamanan nasional. Kantor berita tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan yang menuduh Qatar telah “menaungi kelompok teroris dan sektarian yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan di wilayah ini”.

Tiga negara Teluk tersebut memberi waktu dua minggu kepada pengunjung dan warga Qatar untuk meninggalkan negara mereka, lapor kantor berita Reuters.

Loading...

Saudi juga menutup perbatasan dan menghentikan lalu lintas udara dan laut dengan Qatar, mendesak “semua negara dan perusahaan sahabat untuk melakukan hal yang sama”.

Kementerian luar negeri Qatar mengatakan bahwa mereka menyesali tindakan negara-negara Arab, dan menyebut keputusan tersebut “tidak dapat dibenarkan”.

“Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan didasarkan pada klaim dan tuduhan yang tidak berdasar,” menurut pernyataan tersebut, menambahkan bahwa keputusan tersebut “tidak akan mempengaruhi kehidupan normal warga negara dan penduduk”.

“Tujuannya jelas, dan ini untuk menjatuhkan pemerintahan kerajaan Qatar. Hal ini dengan sendirinya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan [Qatar] sebagai sebuah negara,” tambahnya.

Kementerian luar negeri Bahrain mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan akan menarik misi diplomatiknya dari ibukota Qatar, Doha, dalam waktu 48 jam dan bahwa semua diplomat Qatar harus meninggalkan Bahrain dalam periode yang sama.

Mesir juga mengumumkan penutupan wilayah udara dan pelabuhan untuk semua transportasi dari Qatar.

“Untuk melindungi keamanan nasionalnya”, kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Perselisihan antara Qatar dan negara-negara Arab Teluk meningkat setelah kejadian peretasan kantor berita Qatar yang dikelola negara.

Menurut Aljazeera, sebuah kantor berita yang berpusat di Qatar, peretas tersebut telah memalsukan sebuah komentar seolah bersumber dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang kemudian tersiar di seluruh Qatar.

Dalam komentar yang dipalsukan oleh peretas tersebut digambarkan pemimpin Qatar menyatakan dukungannya untuk Iran, Hamas, Hizbullah dan Israel – sambil memprediksi bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak akan berlangsung lama.

Pemerintah Qatar telah membantah bahwa komentar tersebut pernah dibuat.

“Ada hukum internasional yang mengatur kejahatan semacam itu, terutama serangan cyber (Peretas) akan dituntut sesuai undang-undang,” Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menteri luar negeri Qatar, mengatakan pada hari Rabu.

Meskipun ada sangkalan dari Qatar, Sky News Arab yang bermarkas di UEA dan Al Arabiya terus menayangkan berita-berita yang dipalsukan tersebut, memancing kemarahan di Riyadh dan Abu Dhabi. (Gauzal/Iwn)

 

loading...

4 KOMENTAR

  1. Sangat disayangkan, seharusnya Negara-negara Timur tengah bersatu bukan berpecah belah.. gimana mau menghadapi Hegemoni Barat Amerika dan Eropa jika di internalnya saja gampang di adu domba .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU