Akhirnya Saudi Akan Bolehkan Perempuan Mengemudi Kendaraan Sendiri

3
81
Selama ini Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak mengizinkan perempuan mengemudi (Foto: Reuters) 

RIYADH, SERUJI.CO.ID – Arab Saudi mengumumkan akan membolehkan perempuan mengemudi kendaraannya sendiri. Ini akan mencabut peraturan yang telah berlangsung lama, yang membuat negeri kaya minyak tersebut satu satunya negara yang melarang perempuan mengemudikan kendaran.

Dalam dekrit kerajaan yang ditandatangani oleh Raja Salman bin Abdulaziz, peraturan tersebut akan segera diberlakukan namun peluncurannya masih membutuhkan waktu beberapa bulan, lapor kantor berita Saudi Press Agency pada hari Selasa (26/9).

Sebuah komite tingkat tinggi menteri telah dibentuk untuk memeriksa pengaturan untuk pelaksanaannya. Komite tersebut akan mengambil rekomendasi dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan tersebut, dan akan dilaksanakan antara tanggal 23 dan 24 Juni 2018, berdasarkan kalender Islam.

Keputusan tersebut mengatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk menyetir mobil “sesuai dengan syariat Islam”. Momentum untuk mengubah kebijakan ke arah reformasi sosial dan budaya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan bangkitnya Putra Mahkota Muhammad bin Salman Al Saud, putra Raja dan pewaris takhta. Ia telah menyusun rencana yang luas dua tahun lalu, diberi label ‘Visi Saudi 2030’, yang akan merombak ekonomi kerajaan dan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada industri minyak.

Rencana itu mencakup diversifikasi ekonomi dan menciptakan sektor baru bagi kaum muda untuk bekerja, serta mengadakan acara budaya lainnya seperti konser. Wanita juga telah diizinkan masuk ke stadion olahraga, yang sebelumnya merupakan arena khusus laki-laki, untuk menonton konser musikal menyambut Hari Nasional Saudi pada Sabtu (23/9).

Selama ini Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak mengizinkan perempuan mengemudi. Meskipun ada pembatasan yang dikenakan pada pengemudi wanita, sejak 1990 beberapa aktivis perempuan terus menentang larangan tersebut yang berakibat penangkapan mereka. (Gzl/Hrn)

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...