Presiden Nicolas Maduro Akan Kembali Calonkan Diri

Jika pemungutan suara presiden dianggap sebagai penipuan, sanksi asing yang lebih berat bisa dijatuhkan, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah menunjukkan sikap oposisi terhadap Maduro sebagai ciri menonjol dari kebijakan luar negerinya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan pada Selasa (23/1), bahwa dia tidak berpikir akan menjadi ide bagus bagi Nicolas Maduro untuk mencalonkan kembali. Dan sebuah kelompok regional beranggota 14 negara yang mencakup Kanada, Meksiko dan Peru mengatakan bahwa sebuah pemilihan yang diadakan saat ini tidak akan memiliki legitimasi.

“Kami menuntut pemilihan presiden diadakan dengan waktu tunggu memadai,” kata kelompok itu, yang disebut Lima Group, dalam pernyataan bersama.

Mereka menambahkan bahwa semua aktor politik dan pemerhati internasional mandiri harus diizinkan ambil bagian. (Ant/SU03)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER