Pemerintah AS Mewajibkan Pengecekan Akun Medsos Pemohon Visa

1
148

WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Trump mengeluarkan pertanyaan baru untuk pemohon visa AS, yaitu akun media sosial yang dimiliki selama lima tahun terakhir dan informasi biografi 15 tahun terakhir.

Sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis (1/6), pertanyaan baru tersebut merupakan upaya untuk memperketat pengunjung ke AS, sebagaimana telah disetujui pada Selasa (23/5) oleh Office of Management and Budget (OMB) Presiden AS, meski banyak kritik dari akademisi selama periode penjaringan opini publik.

Kritik yang ada menyatakan bahwa pertanyaan baru tersebut terlalu berat, berefek pada antrian panjang proses permohonan visa dan mengecilkan hati mahasiswa dan peneliti internasional untuk datang ke AS.

Dengan prosedur baru tersebut, kedutaan AS dapat meminta seluruh nomor paspor sebelumnya, media sosial yang dimiliki selama lima tahun terakhir, alamat email dan nomor hp, informasi biografi dan alamat selama 15 tahun terakhir, riwayat pekerjaan dan riwayat perjalanan.

“Kedutaan akan meminta informasi tambahan jika mereka berpandangan bahwa informasi tambahan tersebut diperlukan untuk mengkonfirmasi identitas atau untuk meningkatkan keamanan nasional AS,” ujar salah satu pegawai negeri AS pada Rabu (31/5).

Pegawai tersebut mengatakan bahwa peningkatan keamanan tersebut dapat berlaku bagi pemohon visa yang dianggap memiliki hubungan dengan terorisme atau penolakan permohonan visa di negara lain yang berkaitan dengan keamanan.

Presiden Donald Trump telah menyerukan untuk meningkatkan keamanan nasional dan perbatasan, meningkatkan anggaran militer dan berkoordinasi dengan Meksiko untuk pembangunan tembok di perbatasan selatan AS.

Dia telah mencoba untuk mengimplementasikan pelarangan perjalanan sementara untuk warga negara dari enam negara mayoritas muslim dimana pengadilan banding AS menolak untuk memberlakukannya, menyebutnya sebagai diskriminasi dan saat ini masih menunggu keputusan Mahkamah Agung AS untuk pemberlakuannya.

OMB AS memberikan persetujuan darurat untuk pertanyaan-pertanyaan baru tersebut selama enam bulan. Sementara itu, biasanya persetujuan seperti itu berlaku selama tiga tahun.

Meski pertanyaan-pertanyaan baru tersebut tidak wajib diisi, di dalam formulir disebutkan bahwa ketidaklengkapan pemberian informasi dapat menunda atau menghentikan proses permohonan visa seseorang.

“Permintaan biografi detil selama 15 tahun dan pengharapan bahwa pemohon mengingat akun media sosialnya selama lima tahun terakhir adalah untuk menemukan pemohon yang tanpa disengaja salah mengisi atau tidak dapat mengingat seluruh informasi yang diminta,” ungkap para pengacara dan advokat imigrasi.

Presiden Iranian American Bar Association dan jaksa San Fransisco, Babak Yousefzadeh mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan baru tersebut memberikan “kekuasaan sewenang-wenang” kepada pegawai kedutaan AS untuk menentukan siapa mendapatkan visa tanpa pengawasan efektif terhadap keputusan mereka.

“AS menjadi negara yang memiliki proses permohonan visa paling ketat di dunia. Pengetatan proses permohonan visa tersebut tidak diketahui dan tidak jelas alasannya,” kata Yousefzadeh.

 

Penerjemah: Brasto G
Editor: Harun S

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Arus Balik di Bandara Sultan Mahmud Badarudin Melonjak

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pengguna jasa angkutan udara di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sumatera Selatan pada arus balik tiga hari setelah Hari Raya...
Kecelakaan

Mobil Dinas Bawa 10 Penumpang Masuk Jurang

PARIGI, SERUJI.CO.ID - Salah satu mobil dinas milik Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah masuk ke jurang di kilometer 11 ruas Toboli-Tawaeli, Kabupaten Parigi Moutong,...
Orang tenggelam

Pengunjung Dilarang Berenang di Pantai Mukomuko

MUKOMUKO, SERUJI.CO.ID -  Warga yang berkunjung ke objek wisata pantai dan danau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada libur Idul Fitri 1439 hijriah diimbau tidak...
tenggelam

Dua Wisatawan Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID -  Dua wisatawan yang tengah berlibur di laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di dua lokasi berbeda hilang tenggelam saat sedang berenang bersama...

Trump Tegaskan Tidak Akan Biarkan Amerika Jadi Kamp Migran

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin (18/6) bahwa dia tidak akan membiarkan AS menjadi "kamp migran" saat pemerintahannya menghadapi rentetan...