Ledakan di Arena Adu Banteng, Kena Polisi

0
92
Arena tarung banteng Santamaria di antara gedung-gedung pencakar langit Bogota. (image: courtesy to @alexancastro)

BOGOTA – Ada pemandangan berbeda di arena adu banteng Santamaria di pusat ibukota Bogota, Kolombia, Minggu (19/2). Biasanya arena itu dipenuhi manusia yang ingin menonton, berjudi, atau menikmati, banteng bercucuran darah sampai mati. Kemarin, menurut laporan CNN, justru ada ledakan dekat cincin arena yang melukai sedikitnya 31 orang sebagian besar polisi.

Belum jelas siapa berada di balik ledakan dekat Arena Santamaria di kawasan elite La Macarena  itu. Namun, belasan tersangka sudah dijebloskan ke tahanan. Para korban, termasuk dua luka berat, sudah atau sedang dirawat di rumah sakit setempat. Dari semua korban, terdapat sepuluh polisi berjaket kuning.

Walikota Bogota, Enrique Peñalosa, segera men-tweet. “Teroris tidak akan bisa mengintimidasi kami. Dan kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk menangkap mereka.”

Rekaman yang disiarkan televisi kabel Noticias menunjukkan puluhan polisi berjaket kuning neon berkumpul di dasar gedung-gedung pencakar langit dekat plaza. Mereka menyisir jalan dan mengarahkan pejalan kaki jauh dari tempat kejadian.

Adu banteng diadakan Minggu pada Januari dan Februari. Namun, aktivitas itu lama menjadi perdebatan. Satu sisi berargumen itu peristiwa seni, bagian dari budaya dan tradisi negara. Lainnya berargumen, itu pelanggaran atas hewan. Mereka menganjurkan arena adu banteng milik kota harus diubah menjadi ruang publik untuk acara budaya dan pendidikan.

Pada 2012, Gustavo Petro walikota Bogota kala itu sudah menghalangi adu banteng dengan cara menangguhkan kontrak antara pemerintah kota dengan Bullfighting Corporation of Bogota. Tapi mahkamah konstitusi membatalkan keputusan Petro.

Peñalosa juga menentang adu banteng, tapi ia terikat keputusan pengadilan konstitusi. Maka, pada 22 Januari lalu, arena ini dibuka kembali untuk adu banteng.

Menurut Humane Society International, sekitar 250.000 banteng mati di Arena Santamaria setiap tahun. Kolombia termasuk delapan negara yang melegalkan adu banteng. Lainnya adalah Spanyol, Prancis, Portugal, Meksiko, Venezuela, Peru dan Ekuador.

EDITOR: Omar Ballaz

Komentar

BACA JUGA

Bhayangkara FC Yakin Dengan Kemampuan Tim Mereka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 Bhayangkara FC merasa yakin dengan kemampuan tim yang dianggap dapat melalui jadwal padat di kompetisi sepanjang...

DPR Sudah Terima Usulan Calon Gubernur BI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan DPR RI sudah menerima surat dari Presiden Joko Widodo perihal usulan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023. Anggota Komisi XI DPR...

Kasus Pencabulan Siswa, Sekolah Dinilai Tidak Peka Terhadap Aduan Orang Tua Korban

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kasus pencabulan pada siswa yang terjadi di sekolah swasta di Surabaya, sebenarnya bisa diatasi sejak awal jika pihak sekolah peka terhadap...

Polda Metro Akan Periksa Elvy Sukaesih Pada Senin Depan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berencana memeriksa pedangdut senior Elvy Sukaesih terkait dugaan penyalahgunaan narkoba putrinya, Dhawiya Zaida, pada...
Febri Diansyah

KPK Periksa Tujuh Saksi Kasus Bupati Kebumen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tujuh saksi dalam penyidikan terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen...
loading...
DANUR

‘Metamorfosis UPK PPK-PNPM Mandiri Perdesaan menjadi BUMDesa Bersama’

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) merupakan bentukan Pemerintah Pusat melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak Zaman Presiden Habiebie (1998) Program Padat Karya yang bertujuan memberdayakan...

Mahasiswa Siap Amankan Pilkada Jatim

Surabaya - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Timur mengajak mahasiswa di wilayah itu menyukseskan Pilkada damai melalui sebuah acara yang dikemas "cangkrukan" di Mapolda...
Al Battani

Penemu Kala Revolusi Bumi Ternyata Muslim

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Revolusi bumi ini bisa terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi...