Inggris Tak Sependapat Dengan Keputusan AS Soal Yerusalem

NEW YORK, SERUJI.CO.ID –  Seorang utusan Inggris pada Jumat (8/12) mengatakan negaranya tidak setuju dengan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan tak memiliki rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Posisi Inggris mengenai status Yerusalem jelas dan sudah lama, bahwa hal itu harus diputuskan melalui penyelesaian lewat perundingan antara Israel dan Palestina, dan Yerusalem akhirnya mesti menjadi ibu kota yang dibagi antara Negara Palestina dan Israel, kata Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft.

“Oleh karena itu kami tak sepakat dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem dan secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebelum kesepakatan status-akhir,” kata Rycroft dalam satu pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai masalah Yerusalem.

Pertemuan tersebut diserukan oleh Inggris dan tujuh anggota Dewan Keamanan setelah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Keputusan ini tak membantu bagi prospek perdamaian di wilayah itu, tujuan yang saya tahu masih menjadi komitmen kita semua di Dewan ini. Kedutaan Besar Inggris untuk Israel berpusat di Tel Aviv dan kami tak memiliki rencana untuk memindahkannya,” kata Rycroft.

Sejalan dengan resolusi terkait Dewan Keamanan, Inggris menganggap Jerusalem Timur sebagai bagian dari Wilayah Palestina yang Diduduki, katanya.

Rycroft menyeru Pemerintah AS agar mengajukan usul terperinci bagi penyelesaian konflik Palestina-Israel, sebab negara tersebut mengaku berkomitmen pada perdamaian.

“Inggris juga akan melakukan apa saja yang dapat dikerjakannya untuk mendukung kemajuan dan mewujudkan visi mengenai perdamaian yang langgeng,” pungkasnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Mengapa Islamophobia?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER