Haiti Panggil Diplomat AS Terkait Dugaan Perkataan Kasar Trump

0
36
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (foto:AP Photo/LM Otero)

PORT-AU PRINCE, SERUJI.CO.ID – Haiti pada Jumat (12/1) menyatakan kaget atas munculnya laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganggap negara itu sebagai “shithole (lubang kotoran),” dan memanggil pemimpin misi diplomatik AS di Haiti untuk meminta penjelasan.

Trump pada Kamis (11/1) mempertanyakan kenapa Amerika Serikat mau menerima para imigran dari Haiti dan negara-negara Afrika, dengan menyebut beberapa negara sebagai “negara-negara lubang kotoran”, menurut dua sumber berita yang mendengar perkataan tersebut.

Pada Jumat, presiden asal Partai Republik tersebut membantah menggunakan kata-kata seperti itu. Namun Senator Demokrat AS Dick Durbin, yang menghadiri pertemuan Gedung Putih soal imigrasi satu hari sebelumnya, memastikan kepada para wartawan bahwa Trump memang menggunakan bahasa yang “keji dan kasar”, termasuk “lubang kotoran.”

Para politisi Afrika menilai Trump sebagai sosok yang rasis sementara kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-bangsa menanggapi dugaan perkataan Trump itu sebagai “rasis” dan bernada hasutan.

Duta besar Haiti untuk Washington, Paul Altidor, mengatakan negaranya merasa sedih karena perhatian tertuju pada perkataan itu pada Jumat, yaitu pada hari Haiti memperingati tahun kedelapan terjadinya gempa bumi hebat yang diyakini telah menewaskan 220.000 orang di kepulauan tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan Presiden (Haiti) Jovenel Moise tentang masalah itu dan, tentu saja, Presiden mengecam perkataan seperti itu dan beliau merasa kaget,” kata Altidor.

Menurut Altidor, Menteri Luar Negeri Haiti Antonio Rodrigue mengatakan kepadanya bahwa kepala misi diplomatik AS di Haiti sudah dipanggil untuk dimintai penjelasan soal dugaan perkataan kasar oleh Trump.

Altidor mengatakan Haiti harus dikenang atas sumbangannya kepada sejarah, termasuk dukungannya pada Revolusi Amerika berupa pengerahan pasukan ke Pertempuran Savannah di Georgia pada 1779.

“Rakyat Haiti tidak boleh diperlakukan seperti itu,” kata Altidor.

“Rakyat Haiti tidak boleh dilihat sebagai sekelompok imigran yang datang di Amerika Serikat untuk mengeksploitasi sumber-sumber daya AS.

“Kita sudah berada di sini (AS) sejak lama dan memberikan sumbangan kepada AS yang sudah seperti sekarang. Kami bahkan memberikan pengorbanan habis-habisan ketika kami menumpahkan darah kami di Savannah,” kata Altidor. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Endun Abdul Haq

Persyaratan Administrasi Seluruh Cagub/Cawagub Jabar Belum Lengkap

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan berkas persyaratan administrasi seluruh pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023...
Sugeng Purwanto

Pasca-Penyitaan Jutaan PCC, Polres Sidoarjo Ajak Warga Antisipasi Peredaran Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pasca penggrebekan oleh Polres Sidoarjo, Rabu (17/1), di rumah kontrakan di Desa Sawocangkring, Wonoayu, Sidoarjo, yang diduga sebagai tempat penyimpanan jutaan...
mui

MUI Sayangkan MK Setarakan Agama dan Kepercayaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyetarakan agama dan aliran kepercayaan, sebagaimana tertuang dalam putusan MK untuk kolom agama...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...