Google Temukan Iklan yang Didalangi Rusia di Youtube dan Gmail

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Google temukan operator Rusia yang menghabiskan puluhan ribu dolar untuk iklan pada YouTube, Gmail dan mesin pencarian Google-nya demi mencampuri pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016, menurut penjelasan seseorang yang membeberkan penyelidikan perusahaan tersebut, Senin (10/10).

Iklan tersebut tampaknya tidak berasal dari entitas afiliasi Kremlin yang sama dalam pembelian iklan di Facebook, namun kemungkinan mengindikasikan upaya disinformasi dalam jaringan Rusia yang lebih luas, menurut sumber yang tidak memiliki wewenang membahas rincian investigasi rahasia oleh Google tersebut.

Perusahaan Microsoft mengatakan secara terpisah pada Senin bahwa mereka melihat apakah orang Rusia membeli iklan pemilihan AS di mesin pencari Bing atau produk dan platform milik Microsoft lainnya. Seorang juru bicara perusahaan tersebut menolak berkomentar lebih lanjut.

Pengungkapan tentang Google sepertinya akan mendorong penelitian lebih lanjut mengenai peran raksasa teknologi Silicon Valley, yang mungkin terjadi tanpa disadari selama pemilihan tahun lalu. Badan intelijen AS menyimpulkan bahwa tujuan Moskow adalah untuk membantu memilih Donald Trump.

Google menemukan kurang dari 100 ribu dolar AS dalam pembelanjaan iklan yang berpotensi terkait dengan pelaku asal Rusia, demikian sumber tersebut.

Twitter dan Facebook baru-baru ini mendeteksi dan mengungkapkan dugaan kegiatan Rusia, yang bekerja untuk pembuatan konten yang dikenal sebagai Badan Riset Internet di St. Petersburg, Rusia.

Badan tersebut menggunakan platform mereka untuk membeli iklan dan mengunggah konten yang secara politis memecah belah, dalam upaya mempengaruhi Amerika sebelum dan sesudah pemilihan presiden 2016 pada November.

Badan Riset Internet mempekerjakan ratusan orang yang disebut “troll” untuk memposting konten pro-Kremlin, yang sebagian besar isinya palsu atau mendiskreditkan, dengan kedok akun media sosial palsu yang diajukan sebagai penduduk Amerika atau Eropa, menurut anggota parlemen dan periset.

Tinjauan Google lebih kuat daripada yang dilakukan sejauh ini oleh Facebook atau Twitter, menurut sumber tersebut.

Pembelian iklan oleh Rusia di Google pertama kali dilaporkan oleh Washington Post.

Google tidak menyangkal berita tersebut, dan dalam sebuah pernyataan menunjuk pada kebijakan iklan yang ada yang membatasi penargetan iklan politik dan melarang penargetan berdasarkan ras atau agama.

“Kami melihat lebih dalam untuk menyelidiki upaya penyalahgunaan dalam sistem kami, bekerja dengan periset dan perusahaan lain, dan akan memberikan bantuan untuk penyelidikan yang sedang berlangsung,” demikian juru bicara Google pada Senin. (Reuters/Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

TERPOPULER