Kapolda menjelaskan, aksi teror itu berawal ketika penjaga gedung Ikatan Keluarga Bayur menemukan sebuah bungkusan yang diletakkan di bagian depan gedung.
Setelah dibuka, ditemukan sepotong kepala babi sehingga pengurus organisasi etnis tersebut membuat laporan ke pihak kepolisian.
Setelah mengumpulkan barang bukti dan penyelidikan, pihak kepolisian mengamankan MT yang diduga meletakkan bungkusan tersebut.
“Pelakunya seorang diri dan diamankan di Mako Satuan Brimob,” katanya.
Ketika diperiksa, MT mengaku aksi tersebut berdasarkan motif pribadi karena salah satu pengurus di organisasi etnis itu memiliki utang sebesar Rp1,5 milir yang belum dibayar.
