Pasca Penggerebekan Apotek di Medan, YLKI: Tertibkan Apotek Penjual PCC

MEDAN – Yayayan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara meminta Polrestabes Medan menertibkan apotek yang menjual pil PCC (Paracetamol Cafein Carissoprodol) yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

“Kita tidak ingin kasus pil PCC yang menelan korban terjadi di Kendari dialami pula oleh remaja di Kota Medan, hal tersebut agar dicegah oleh aparat keamanan,” kata Ketua YLKI Sumut Abubakar Siddik di Medan, Sabtu (23/9).

Oleh karena itu, menurut dia, untuk mencegah agar remaja tidak mengonsumsi pil PCC, maka seluruh apotek yang ada di Kota Medan tidak diperbolehkan menjual pil yang menyengsarakan tersebut.

“Apotek yang dianggap nakal dan masih terus menjual pil PCC itu, harus diamankan petugas kepolisian, dan langsung saja diproses secara hukum,” ujar Abubakar.

Ia menyebutkan, aparat keamanan harus bertindak tegas terhadap apotek, demi menyelamatkan generasi muda agar tidak menggunakan pil PCC yang dapat menimbulkan gangguan kejiwaan, halusinasi, dan menimbulkan kejang-kejang pada tubuh.

Pil PCC tersebut juga tidak boleh digunakan oleh pelajar, karena akan berdampak cukup besar bagi gangguan kesehatan mereka.

“Pil PCC yang membawa ‘maut’ itu, dapat merusak moral dan mental generasi muda harapan bangsa,” ucapnya.

Abubakar menyarankan para orang tua dan guru di sekolah harus tetap mengawasi ekstra ketat para pelajar agar menjauhi pil PCC yang cukup murah dan dapat terjangkau.

Selain itu, polisi juga perlu terus melakukan razia terhadap apotek yang menjual obat kimiawi tersebut.

“Polisi harus bertanggung jawab dalam mengantisipasi peredaran pil PCC yang membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Direktur Citra Keadilan itu.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah apotek di kawasan Jalan Gunung Karakatau, Kecamatan Medan Timur, dan menyita 2.000 butir pil PCC yang masih dalam kemasan, dan yang sudah lepas kemasan.

Kasat Reserser Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda Saragih dalam paparannya di Mapolrestabes Medan, Jumat (22/9) mengatakan, pengungkapan obat terlarang itu, berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat adanya peredaran pil PCC di wilayah Jalan Mandala Bay Pass Medan.

Informasi tersebut direspon oleh petugas kepolisian dengan melakukan penyelidikan dan menyamar sebagi pembeli atau “under cover buy” pil PCC.

“Dari hasil penyamaran tersebut, diamankan seorang pelaku berinisial JP dari kediamannya, dan menyita barang bukti 186 butir pil PCC,” ujar AKBP Ganda. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER