Habib Novel Minta Hakim Tahan Ahok. Habib: Dia Berulangkali Menistakan Agama

Jakarta, Seruji.com— Habib Novel Chaidir Hasan, Sekretaris DPD Front Pembela Islam (FPI) meminta majelis hakim yang menyidangkan kasus penistaan agama, menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok dinilai sudah berulangkali melakukan penistaan agama.

Hal itu diungkapkannya, saat Habib Novel tampil sebagai saksi di persidangan yang digelar di Auditorium Kementrian Pertanian di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Alasan Habib meminta hakim menahan Ahok, karena Gubernur DKI Jakarta non aktif ini sudah berulangkali melakukan penistaan agama sejak tahun 2012 silam terkait surat Al Maidah ayat 51.

“Saat Ahok masih menjadi calon sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah, Ahok sudah mulai menyerang agama Islam. Contohnya, dia menyebutkan ayat suci no, ayat konstitusi yes, atau ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci,” ujar Habib Novel.

Ditambahkan, alam buku yang pernah ditulis Ahok yang berjudul “Merubah Indonesia”, pada halaman 40, dia juga sudah menyerang Surat Al-Maidah.

Habib Novel menambahkan kesaksiannya, Ahok juga pernah menyerang perempuan yang berjilbab dan hadis Nabi.

“Untuk memenuhi rasa keadilan itu, saya minta kepada hakim yang tadinya menantang saya untuk jabarkan kebusukan-kebusukan Ahok, diantaranya Ahok menyerang orang berjilbab.  Kemudian hadis Nabi soal kaki surga di bawah Alexis, bukan di telapak kaki ibu. Itu saya akan jabarkan satu per satu,” tambahnya.

Namun karena hakim menyatakan saksi tidak perlu menjabarkan bentuk penistaan Ahok lain terhadap Islam, akhirnya Habib Novel tidak jadi merinci penistaan yang dilakukan Ahok. (jamal)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER