Prosedur Keamanan di Kereta Api
Suasana penumpang kereta api di stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (2/2/2018). (Foto:Devan/SERUJI)

SERUJI.CO.ID – Keamanan dan kenyamanan selalu menjadi prioritas utama bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan. Khususnya untuk rute jarak jauh dengan perjalanan lebih dari empat jam. Kemungkinan penumpang untuk tertidur di jalan menjadi salah satu alasan mengapa kendaraan yang aman dan nyaman menjadi prioritas ketika memilih moda transportasi.

Hal ini pula yang disadari oleh PT KAI, sebagai operator yang menjalankan kereta di seluruh Indonesia. Keamanan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas selain keselamatan selama perjalanan. Berbagai tindakan pencegahan pun dilakukan oleh PT KAI untuk membuat penumpang tetap aman selama naik kereta api.

Buat kamu yang suka naik kereta api, sudah tahu seperti apa prosedur keamanan kendaraan raksasa ini? Seperti ini ringkasan singkatnya.

Loading...

KTP/SIM sebagai screening awal

Ada berbagai alasan mengapa beberapa tahun belakangan PT KAI menerapkan sistem pembelian tiket kereta api dengan menggunakan kartu identitas. Pertama adalah untuk mencegah calo tiket yang tentu merugikan penumpang. Alasan kedua adalah sebagai screening utama keamanan di dalam kereta.

Ketika kamu check in di stasiun, petugas akan menyamakan wajah antara kartu dengan aslinya. Hal ini akan berguna ketika terjadi hal tidak diinginkan di dalam kereta. Petugas bisa dengan mudah mencari pelaku kejahatan karena semua membeli tiket dengan kartu identitas diri.

CCTV

Tahukah kamu di setiap gerbong sudah terpasang CCTV yang aktif? Letaknya memang tersembunyi, namun selalu merekam aktivitas penumpang yang ada di dalam gerbong tersebut.

Tentu masih ingat kasus pencurian di dalam gerbong kereta api beberapa waktu lalu. Dengan CCTV, pelaku dengan mudah bisa tertangkap oleh petugas PT KAI yang kemudian dilanjutkan ke pihak berwajib.

Selain di dalam gerbong, PT KAI juga memasang CCTV di berbagai sudut stasiun. Dengan demikian, keamanan penumpang sudah terjaga sejak mereka belum masuk ke dalam gerbong kereta.

Polsuska

Pernah berpapasan dengan polisi yang membawa senjata laras panjang di dalam kereta api? Mereka adalah Polsuska, Polisi Khusus KA yang memang ditugaskan untuk menjaga keamanan di dalam nya.

Setiap beberapa waktu sekali, Polsuska akan melakukan patrol di semua gerbong secara bergantian. Mereka juga dibekali dengan ilmu psikologi yang memungkinkan untuk mengenali gerak mencurigakan dari pelaku kejahatan.

Lampu Selalu Menyala

Mungkin kamu terganggu dengan lampu kereta yang menyala terang selama perjalanan malam. Ternyata, hal ini adalah sebuah langkah pencegahan yang dilakukan PT KAI untuk meminimalisir tindak kejahatan ketika cahaya meredup.

Biar perjalanan kamu tetap nyaman, sebaiknya bawa penutup mata sendiri jika terbiasa tidur dalam gelap. Karena lampu kereta tidak akan pernah dimatikan sebagai salah satu langkah prosedur keamanan.

Aktif Mengamati Media Sosial

Selama 24 jam, PT KAI mengamati semua laporan di media sosial. Tidak sekali pencuri di dalam gerbong tertangkap karena adanya laporan dari penumpang lewat media sosial.

Ketika terjadi hal yang tidak diinginkan di dalam kereta yang kamu tumpangi, jangan segan untuk melapor ke akun PT KAI, baik di Twitter, Instagram maupun Facebook. Laporan kamu, bisa berarti keselamatan buat penumpang lain.

Prosedur keamanan lain yang juga dilakukan oleh PT KAI adalah memberlakukan sistem check in dan boarding di stasiun. Hanya penumpang yang membawa tiket kereta api yang diperbolehkan masuk ke dalam peron. Pengantar hanya boleh sampai depan pintu masuk saja, tak bisa lagi mengantar sampai ke dalam kereta.

Penumpang nyaman, perjalanan aman, liburan pun menyenangkan. Selamat berlibur!

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama