JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden (cawapres) dari paslon nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin mengatakan dipilihnya ia sebagai pendamping Jokowi membuktikan Jokowi menghargai santri dan ulama, khususnya Nahdlatul Ulama (NU).
KH Ma’ruf mengatakan jika dirinya nanti terpilih menjadi Wakil Presiden dalam Pilpres 2019, maka ia berharap di masa akan datang akan ada orang NU yang menjadi Presiden. Setelah sebelumnya, KH Abdurrahman Wahid warga NU yang menjadi Presiden ke-4 Indonesia.
“Siapa tahu yang jadi Presiden nanti Cak Imin,” kata KH Ma’ruf di Cianjur, Kamis (14/2).
KH Ma’ruf Amin Pilar Utama Kekuatan Politik Jokowi

Ditempat yang sama, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan sosok KH Ma’ruf Amin selaku Mustasyar PBNU akan menjadi pilar utama kekuatan politik Pemerintahan Jokowi ke depan jika terpilih dalam Pilpres 2019.
“Yang paling penting adalah pilar utama kekuatan pak Jokowi ini ada di NU. Tanpa pilar NU akan menjadi masalah. Nah alhamdullilah pimpinan tertinggi NU kiai Ma’ruf bersedia menjadi cawapres, dan ini akan menjadi pilar utama penyelenggaraan kekuatan politik pak Jokowi,” kata Cak Imin.
Cak Imin menekankan kemampuan NU untuk mendukung pemerintahan ke depan sangat kuat. Jasa NU dalam menopang republik sudah terjadi sejak era kemerdekaan.
“Tanpa NU pemerintahan ini sudah digoyang-goyang, tapi dengan pilar NU menjadi tenang,” katanya.
Cak Imin mengatakan 98 persen warga NU saat ini mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf.
“PKB akan berupaya keras agar seluruh warga NU dapat mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf,” tukasnya.
