Walubi Sumbang USD 1 Juta Untuk Bangun Rumah Sakit di Rakhine

0
629
RS di Rakhine
Ginandjar Kartasasmita selaku Pelaksana Harian Ketua Umum PMI (tengah) sedang menggelar konferensi pers terkait pembangunan rumah sakit di Rohingya, di PMI, Jakarta, Kamis, 14/9/2017. (foto:Achmad/SERUJI)

JAKARTA – Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) menyumbang USD 1 juta untuk membangun rumah sakit di Rakhine, Myanmar. Bantuan ini sebagai wujud kepedulian Ummat Budha terhadap aksi kekerasan yang menimpa Ummat Muslim di sana.

‎”Kami dari Walubi berupaya agar seluruh Ummat Budha Indonesia tidak terpancing dengan isu di sana, sehingga melihat ini bukan persoalan daripada agama semata tapi lebih kepada kemanusian,” ujar Ketua Bidang Moral dan Kebajikan Generasi Muda Walubi, Paulus Misjulam, di kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Kamis (14/9).

Paulus hadir ke PMI mewakili‎ Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya yang berhalangan hadir. Ia juga menyampaikan beberapa hal terkait Rohingya. Antara lain, Walubi mengimbau Umat Budha di Myanmar menjalankan Sila I Ajaran Sang Budha yaitu menghindari pembunuhan karena buah karmanya sangat berat.

Kedua, mengajak masyarakat yang dermawan agar dengan tulus dan serius kumpulkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban hidup Ummat Islam yang berat saat ini di sana. Ketiga, berdoa kepada Sang Budha dan Tuhan Yang Maha Esa, agar secepatnya mendapatkan solusi jalan keluar bagi mereka yang sedang berkonflik dan menderita di Rohingya.

“Keempat, Walubi sudah ikut berpartisipasi lewat PMI membangun rumah sakit di Rohingya untuk membantu saudara-saudara kita umat Islam di sana,” ujar Paulus.

Ginandjar Kartasasmita selaku Pelaksana Harian Ketua Umum PMI mengatakan, pada dasarnya PMI dan Walubi mendukung pembangunan rumah sakit di Rohingya yang diprakarsai oleh Mer-C. Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini seepnuhnya adalah kegiatan masyarakat. Di mana, penyumbang dana sebagian besar berasal dari Walubi sebesar 1 juta dollar, sedangkan sisanya masyarakat umum.

“Bahwa pak Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum PMI, sepenuhnya mendukung upaya ini. Tapi ini tidak berarti beliau sebagai wakil dari pemerintah yang memerintahkan untuk membangun rumah sakit,” katanya.

‎Sementara itu, Sarbini Abdul Murad selaku Presidium Medical Rescue Committee/Mer-C Indonesia mengatakan, melalui pembangunan rumah sakit ini akan menjadi simbol harmoni kehidupan masyarakat yang plural. Ia berharap pluralisme di Indonesia dapat dicontoh di Myanmar melalui pembangunan rumah sakit tersebut. Sebab, di Myanmar penanganan pasien untuk orang Islam terkesan dikesampingkan.

“Jadi melalui rumah sakit ini, kita kenalkan bagaimana membangun harmonisasi antar ummat beragama,” kata Sarbini.

Ia menjelaskan, untuk membantu masyarakat Rohingya tidak bisa hanya dengan program jangka pendek seperti makanan dan obat-obatan dengan membangun rumah sakit darurat. Namun, menurutnya butuh aksi besar yang merupakan program jangka panjang, yaitu rumah sakit.

Menurut Sarbini, pihaknya sebenarnya telah membeli tanah di daerah Rakhine, atau daerah paling barat dari negara Myanmar sejak 2012. Sejak Mei 2017 lalu sudah mulai digarap dan progresnya saat ini adalah pembangunan dormitory untuk perawat dan dokter.

“Insya Allah bulan Oktober 2017 akan dimulai groundbreaking nya oleh Menlu Retno Marsudi untuk pembangunan fisik rumah sakitnya,” kata Sarbini.

Ia menjelaskan, total anggaran yang dibutuhkan sebesar 1,9 juta dollar. Di mana, untuk 1 juta dollar sudah disiapkan dari Walubi. Adapun tipe rumah sakit yang dibangun adalah tipe D atau sekelas puskesmas dengan kapasitas 20 bedroom.

“Sejauh ini tidak ada kendala. Karena kontraktornya juga memberi pemahaman bahwa pembangunan rumah sakit bisa terus dilanjutkan,” kata dia. (Achmad/Hrn)

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ceamah bela negara

Koarmatim Beri Pembekalan Bela Negara Dan Anti Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Hang Tuah ke-71 Tahun 2018, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana...
Sidang pembakaran rumah

Dalang Pembakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga Dihukum Seumur Hidup

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Jaya Mita br Ginting menangis seketika saat majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Wanita ini terbukti bersalah menjadi otak pelaku...
Freddy Purnomo

Golkar Jatim Siapkan Ribuan Baliho Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - DPD Partai Golkar Jatim menyiapkan strategi pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalan Pilgub Jatim. Salah...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...