TKN Jokowi: Mustahil Negara Bisa Jalankan Pembangunan Tanpa Utang

41
51
  • 149
    Shares
Rosan Roeslani, Ketua Kadin (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Maruf Amin, Rosan P Roeslani, menegaskan mustahil negara bisa menjalankan program pembangunan tanpa utang, dan ini merupakan hal lazim dilaksanakan di semua negara.

“Hampir semua negara di dunia memiliki utang luar negeri untuk menjalankan program pembangunan termasuk negara maju seperti Amerika Serikat,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (10/1), menanggapi munculnya wacana infrastruktur dapat dibangun tanpa utang.

Berbicara di hadapan forum “Ini Ker1a Ku”, komunitas pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi-KH Maruf Amin, Rosan mengatakan utang untuk membiayai pembangunan masih dibutuhkan sepanjang mematuhi batasan-batasan yang sudah ditetapkan peraturan dan perundangan.

Menurut Rodan, seperti disebut utang pemerintah mencapai Rp5.000 triliun sebenarnya merupakan hal yang wajar karena angka itu masih 30 persen dari PDB atau masih dalam batas aman karena peraturan membolehkan sampai 60 persen.

Baca juga: Sandiaga: Tol Cipali Tanpa Utang, Maksudnya Tidak Pakai APBN

“Yang penting utang itu diperuntukan bagi hal-hal yang produktif serta ada pengendalian. Bahkan dengan tingginya capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipastikan pembayaran utang sebesar itu akan selalu tertangani dengan baik,” ujarnya.

Rosan menunjuk pembangunan infrasruktur yang penanganannya diserahkan kepada badan usaha, baik BUMN maupun swasta, namun untuk daerah-daerah tertentu yang hitungan bisnisnya tidak masuk maka pembangunan jalan menjadi tanggungjawab pemerintah sepenuhnya.

“Semua pembangunan infrastruktur dipastikan memanfaatkan utang karena merupakan investasi jangka panjang sehingga badan usaha yang menjalankan diberikan konsesi 25-30 tahun dengan opsi perperpanjangan,” pungkasnya. (Ant/SU05)

Loading...

41 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU