Setya Novanto Menghilang, Jubir Wapres: Jangan Sampai Ketua DPR Jadi DPO

0
323
Ketua DPR RI Setya Novanto sedang bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan KPK juga telah menerbitkan surat penangkapan atas dirinya akibat berkali-kali tidak menghadiri panggilan KPK untuk diperiksa, sejak Rabu (15/11) malam menghilang.

Penyidik KPK yang mendatangi kediaman pria yang juga menjabat Ketua DPR RI ini, di Jalan Wijaya XIII Nomo 19, Jakarta Selatan, pada Rabu malam untuk melakukan penangkapan, harus pulang dengan tangan kosong setelah nyanggong hingga Kamis (16/11) dini hari.

Istana Wakil Presiden, lewat juru bicara Wapres Husain Abdullah dalam melihat kejadian ini memberikan perhatian dan peringatan khusus.

“Jangan sampai Ketua DPR (masuk dalam -red) DPO (Daftar Pencarian Orang -red), padahal ancaman penangkapan saja sudah tidak elok untuk beliau yang berstatus demikian tinggi dan terhormat,” kata Abdullah kepada media, Kamis (16/11).

Menurutnya apa yang dilakukan Setya Novanto adalah hal tidak patut dilakukan oleh seorang pejabat negara yang mestinya mentaati hukum.

“Sangat disayangkan, sebagai pimpinan lembaga tinggi negara tidak memberikan contoh tauladan bernegara yang baik dan mentaati hukum,” katanya.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menerbitkan surat penangkapan terhadap Setya Novanto yang kembali tidak menghadiri pemeriksaan KPK sebagai tersangka yang dijadwalkan Rabu (15/11) siang.

KPK menerbitkan surat penangkapan tersebut, Rabu malam setelah berbagai cara persuasif dilakukan terhadap tersangka yang diduga terlibat kasus mega korupsi KTP-el ini. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU