Seharusnya Tak Susah Menangkap Setya Novanto

0
138
setya novanto
Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

SERUJI.CO.ID – Drama politik di Tanah Air akibat dugaan korupsi proyek pembuatan KTP Elektronik (KTP-el) sejatinya kini memasuki detik-detik terakhir setelah beberapa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah anggota DPR Setya Novanto pada Rabu malam (15/11) di Jakarta.

Setya Novanto yang menjadi pimpinan Fraksi Golongan Karya di DPR pada saat dimulainya proyek pembuatan KTP-el bernilai tidak kurang dari Rp 5,9 triliun sekitar tahun 2011 dianggap sangat berperan terhadap dugaan terjadinya korupsi proyek yang nilainya tidak kurang dari Rp 2,3 triliun dan diduga melibatkan beberapa oknum anggota DPR hingga pengusaha swasta.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa para penyidik lembaga antirasuah itu membawa surat penangkapan terhadap Setnov karena yang bersangkutan telah berulang kali mangkir dari panggilan. Karena itu, KPK sedang melakukan pencarian atau bahkan pengejaran terhadap pimpinan lembaga negara ini yang telah beberapa kali disangka terlibat kasus penyalahgunaan termasuk pada kasus PT Freeport Indonesia.

Bahkan tidak kurang dari Presiden Jokowi telah mengingatkan agar semua pihak untuk mematuhi atau melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam siaran pers Deputi Protokol dan Media Sekretariat Presiden Presiden Bey T Machmudin dinyatakan bahwa harapan tersebut disampaikan Presiden Jokowi termasuk untuk urusan korupsi “super raksasa ” ini.

Sampai dengan Kamis (16/11) siang, masih belum terdengar tentang upaya pencarian penangkapan Setyo yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan, salah satu parpol terkuat di Tanah Air.

Setelah masyarakat mengetahui bahwa Setnov dicari atau diburu-buru aparat hukum maka pertanyaannya adalah sampai kapan para penyidik KPK yang kini didukung oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri akan berhasil melaksanakan tugas ini.

Beberapa bulan sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Daerah atau DPD Irman Gusman berhasil diseret ke meja hijau karena kepergok menerima uang sogokan yang “hanya berjumlah” Rp 100 juta dari seorang pengusaha agar bisa mengimpor gula untuk memenuhi kebutuhan di Sumatera Barat.

Apabila Setnov berhasil dibekuk, maka dia bisa menjadi ketua lembaga negara ketiga di era reformasi yang berhasil diseret ke pengadilan walaupun masyarakat memang harus mematuhi azas praduga tak bersalah.

Kasus Setnov ini tidak hanya mengguncang DPR tapi juga Partai Golkar karena ada beberapa anggota partai ini yang dianggap “berseberangan” telah digeser dari posisinya karena dianggap memusuhi Setnov.

Karena banyak penyidik KPK terus mencari tokoh politik ini yang juga sebagai “pengusaha” maka yang bisa ditanya kepada KPK adalah berapa hari yang dibutuhkan untuk menemukan dan kemudian “mengamankan” tokoh flamboyan ini. Sekalipun KPK tidak bisa menjawab secara pasti, bisa diduga pencarian itu paling-paling hanya membutuhkan beberapa hari saja.

Kenapa demikian? Sejauh-jauhnya pintar bersembunyi, Setya Novanto paling-paling hanya bersembunyi di Jakarta atau daerah-daerah di sekitar ibu kota Jakarta ini, karena pasti ada orang-orang yang “rela atau sudi” menyembunyikannya apapun alasannya.

Kalaupun dia berusaha “kabur” dari Jakarta, misalnya, dengan menggunakan pesawat udara maka bisa diduga para penyidik KPK yang dibantu instansi-instansi hukum lainnya pasti sudah melakukan penjagaan super ketat di berbagai bandar udara di sekitar Jakarta.

KPK pasti dengan mudah bisa mendeteksi atau memantau telepon genggam alias HP yang dipegang Setnov atau orang-orang kepercayaannya sehingga penemuan “oknum” ini tinggal menunggu waktu saja.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...