Sarung Tangan Golf Produk OK OCE di Ekspor ke Korea, Sandiaga: Bukti Kita Mampu

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno dalam acara ‘Ngopi, Ngobrol Bareng Bang Sandi’ di Jalan Nitikan Umbulhardjo Yogyakarta, Jumat (16/11) memperlihatkan sarung tangan golf merek OK OCE (One Kecamatan One Center Enterpreneurship) yang diekspor ke Korea.

“Sarung tangan golf buatan Yogyakarta ini merupakan produk OK OCE yang diekspor ke Korea. Kita mampu, Indonesia negara besar,” kata Sandiaga lewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/11).

Sandiaga mengatakan jika Indonesia masih terus mengimpor, maka tahun 2030 dengan bonus demografi 120 juta jiwa Indonesia hanya akan jadi penonton.

“Isinya pengusaha mancanegara semua, negeri ini akan jadi bulan-bulanan produk asing,” katanya.

Sandi  menegaskan bahwa ia bersama Prabowo fokus dengan masalah ekonomi nasional, khususnya penciptaan lapangan kerja, serta harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.

Pasangan yang didukung Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Berkarya, Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini, melihat fundamental ekonomi dan regulasi tidak diurus dengan benar. Padahal potensi Indonesia untuk bisa menjadi negara besar ada di depan mata. Indonesia mempunyai sumberdaya alam, pasar dan tenaga kerja.

“Saya akan berjuang bersama para pengusaha nasional untuk menjadi tuan rumah di negara sendiri. Saya ingin melihat ada Gudeg Yu Jum di New York, Ayam Goreng Suharti di Inggris. Untuk menjadi bangsa besar, kita tidak boleh terpecah belah, tapi bersatu untuk Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang adil dan makmur,” katanya.

Sementara itu, Yuyun, pemilik sarung tangan golf merek OK OCE menyatakan banyak mendapatkan berkah dari program tersebut.

“Banyak yang menyindir program OK OCE, gagal lah, nggak bener lah, tapi ini hasilnya nyata. Ada produk OK OCE yang diekspor ke Korea Selatan. Saya senang OK OCE akan dinasionalkan,” kata Yuyun. (Ant/SU01)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER