Riset G-Comm: 86 Persen Pemberitaan Media Tentang Prabowo-Sandi Bernada Positif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – G-Communications (G-Comm) melakukan riset terhadap pemberitaan dari pasangan calon Presiden-Wakil Presiden dalam dalam Pilpres 2019. Riset dilakukan terhadap beberapa media, cetak maupun online selama Januari 2019.

“Riset dilakukan selama periode 1-31 Januari 2019 pada 3 (tiga) media online yakni Detik.com, Kompas.com dan Antaranews.com serta 3 (tiga) media cetak yakni Kompas, Republika dan Jawa Pos, dengan jumlah total berita 1.923,” kata Direktur G-Comm, Andi Irman dalam rilis ‘Riset Pemberitaan Media tentang Pemilihan Presiden 2019’ di Jakarta, Senin (11/2).

G-Comm adalah perusahaan yang memberikan layakan komunikasi terintegrasi; Media Manajemen, Media Sosial, Smart Media Monitoring dan Media Relations. G-Comm merupakan anak usaha dari G-Indonesia Suskses Mulia.

Dari riset tersebut, diketahui pemberitaan untuk pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga yang bernada positif di keenam media tersebut adalah sebanyak 80 persen. Sementara sebanyak 14 persen ber-‘tone‘ negatif.

Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi banyak diberitakan positif pada isu-isu jelang debat capres, pidato kebangsaan Indonesia menang, debat pilpres, tabloid ‘Indonesia Barokah’ dan dukungan pasangan calon.

Sementara pemberitaan negatif terkait isu-isu perubahan visi misi, hoaks surat suara, dan posko BPN Jateng.

Berdasarkan kategori media, media online lebih mendominasi dari pada media cetak. Hal ini menggambarkan minat pembaca topik tentang Pilpres lebih banyak di media online.

Dari data yang dihimpun, ada temuan yang menunjukkan paslon nomor urut 01 Jokowi-KH Ma’ruf cenderung melakukan pola mengklarifikasi atas isu-isu yang beredar.

“Sementara pasangan calon 02, Prabowo-Sandi cenderung lebih banyak mengeluarkan isu-isu yang terkait dengan pasangan calon 01, Jokowi-KH Ma’ruf, seperti misalnya isu hoaks surat suara, yang justru ini malah merugikan pasangan calon 02,” tukas Andi Irman.

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.