close

Politisi PDIP: Bentuk Kegagalan Berpikir Jika Samakan Sandiaga dengan Bung Hatta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus menilai kesalahan besar ketika ada pihak yang menyamakan Jenderal Sudirman atau Bung Karno dan Mohammad Hatta dengan Prabowo Subianto serta Sandiaga Uno.

“Menyamakan Prabowo-Sandiaga dengan Sudirman dan Bung Hatta adalah kesalahan besar,” kata Deddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/10).

Deddy mengatakan, sama halnya dengan Soekarno, Hatta dan Jenderal Sudirman adalah tokoh besar Indonesia yang dibesarkan oleh ide-ide otentik dan pertarungan ideologi maupun fisik.

Dia menilai mereka adalah para pendiri bangsa yang bertindak sebagai pejuang pemikir sekaligus pemikir pejuang hingga menginspirasi Indonesia hingga saat ini.


“Sosok mereka dalam sejarah adalah sumber inspirasi bagi Indonesia. Mereka bertransformasi dari masa penjajahan hingga menjadi pribadi-pribadi terbaik bagi negeri ini,” ujarnya.

Deddy yang merupakan Kepala Kantor Rumah Aspirasi Jokowi-Kiai Ma’ruf itu menilai upaya tim koalisi Prabowo-Sandiaga menyamakan capres-cawapresnya dengan Jenderal Sudirman dan Bung Hatta adalah pelecehan terhadap sejarah.

Menurutnya, salah satu kubu yang bertarung di Pilpres 2019 melecehkan memori kolektif bangsa dengan menyamakan mereka dengan sosok yang sama sekali tidak pantas.

“Upaya mereka ini adalah wujud kegagalan bernalar dan klaim palsu yang tidak punya dasar etis dan historis,” katanya.

Deddy yang merupakan Wakil Direktur Relawan Jokowi-Kiai Ma’ruf itu menilai sangat dipahami jika cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta, mengungkapkan kemarahannya karena tidak terima Bung Hatta disamakan dengan Sandiaga Uno untuk kepentingan politik.

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Terjadi di Sekitar 10 TPS Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS)...

Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Kota Medan Dimulai Hari Ini

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota...

Tabrak Satu Mobil dan Empat Motor, Polisi Belum Tetapkan Denny Sebagai Tersangka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Denny Supari (36), pelaku kecelakaan lalu...

Hingga Kini Tercatat Satu Distrik di Intan Jaya Yang Belum Lakukan Pemungutan Suara

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengakui, hingga...

KPUD Jakarta Percepat “Entri-Pindai” Data Form C1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta...

Jelang UN SMP, Kemendikbud Minta Ujian Harus Mengutamakan Kejujuran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP)...

TERPOPULER

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.