Sebelumnya, PKS menginginkan ASEAN segera menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat membahas permasalahan kekerasan dan penderitaan etnis Rohingya di Myanmar.
“Kami berharap Pak (Presiden) Jokowi bisa mengambil inisiatif, melakukan hotline kepada seluruh kepala negara di ASEAN untuk mengajak segera digelar KTT Darurat ASEAN. Jika perlu, Indonesia bisa bertindak sebagai tuan rumah,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.
Menurut dia, masyarakat dunia hampir hilang kesabaran menunggu aksi nyata dari peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi terkait dengan etnis Rohingya.
Hal tersebut, lanjutnya, mengingat pernyataan Suu Kyi belum lama ini tidak secara jelas menyinggung keselamatan bagi warga Rohingya.
“Hingga hari ini, kami masih mendapatkan kabar bahwa pembakaran rumah-rumah warga Rohingya masih berlangsung, korban jiwa juga masih berjatuhan, ini sangat menyedihkan karena telah berlangsung lebih dari dua pekan dan tidak ada tindakan nyata dari pemerintah Myanmar,” katanya.
Presiden PKS mengapresiasi dan mendukung langkah diplomasi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Namun, dirinya mengingatkan perlunya ada jangka waktu untuk bisa dievaluasi terkait dengan seberapa jauh tindak kekerasan dapat dihentikan.
Jika dalam waktu dekat tindak kekerasan masih tetap berlangsung, menurut dia, langkah lanjutan yang lebih kuat agar pemerintah Myanmar memahami konsekuensi sangat berat.
Sohibul Iman menjelaskan bahwa PKS melalui Crisis Center for Rohingya (CC4R) saat ini secara intensif terus melakukan kajian dan evaluasi terhadap perkembangan situasi di negara tersebut. (Ant/SU02)

Semoga segera diikuti partai2 dan ormas2 lain. Tunjukkan pembelaan kalian utk kaum tertindas.