Kunjungi Malaysia, KH Ma’ruf Amin Bertemu Mahathir Muhammad

0
13
  • 1
    Share
KH Ma'ruf Amin (tengah) bersama Ketum NU KH Said Agil (kanan) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kiri). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bakal calon wakil Presiden KH Ma’ruf Amin bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Muhammad di kediaman pribadi Mahathir di Mines Residence, Kembangan, Malaysia, Sabtu (8/9).

“Dr Mahathir Muhammad yang memimpin Malaysia untuk yang kelima kalinya merupakan tokoh senior yang terkemuka baik di Asia dan Internasional yang sarat dengan pengalaman mumpuni dan nasionalisme yang sangat meyakinkan dalam dinamika politik ekonomi global,” kata KH Ma’ruf melalui rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/9).

Dalam kunjungan tersebut, KH Ma’ruf Amin menghaturkan tahniah atau ucapan selamat kepada Mahathir yang telah dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada 9 Mei 2018 lalu. Mahathir yang kini berusia 93 tahun itu akan memimpin Malaysia hingga lima tahun ke depan.

KH Ma’ruf meyakini bahwa persaudaraan Malaysia dan Indonesia akan semakin baik di era kepemimpinan Mahathir Muhammad. Hal ini sudah dibuktikan Mahathir yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah pelantikannya.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya turut mendiskusikan mengenai isu-isu politik, ekonomi, sosial baik di lingkungan Asean dan Asia serta kecenderungan politik internasional.

Kesempatan ini digunakan oleh KH Ma’ruf untuk menitipkan warga negara Indonesia yang beraktivitas di Malaysia di banyak sektor seperti pendidikan, tenaga kerja, bisnis dan lain sebagainya.

“Kita berharap agar para WNI yang beraktivitas di Malaysia dipandang tidak hanya sebagai warga negara yang serumpun dan mitra kerja namun lebih jauh dari itu hendaknya dilihat sebagai saudara sehingga kendala dan pelbagai permasalahan yang kemungkinan muncul dapat terselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Mahathir menyambut gembira kunjungan KH Ma’ruf Amin. Mahathir berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara dua negara serumpun ini.

“Hubungan kedekatan Malaysia dan Indonesia bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga secara kewilayahan namun juga selama puluhan tahun terjalin relasi spiritual dan kultural,” kata Mahathir.

Ia menilai kedua negara adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang berorientasi ahlus sunnah waljamaah, dimana telah berlangsung aliran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dalam jumlah besar yang ikut mempengaruhi kebudayaan Malaysia.

“Dalam kunjungan saya ke Indonesia pun, saya bersama Presiden Indonesia sudah sepakat untuk meningkatkan hubungan yang telah terjalin ini,” kata Mahathir.

Sementara itu, Wakil Sekjen PBNU Hery Haryanto Azumi mengapresiasi pertemuan kedua tokoh tersebut.

Menurut Sekjen Majlis Dzikir Hubbul Wathon ini, pertemuan dua tokoh ini merupakan momentum penting bagi hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia karena satu sama lain dapat saling belajar sehingga diperoleh manfaat untuk kepentingan negara dan bangsa.

Hery meyakini KH Ma’ruf Amin selaku tokoh Islam yang memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia telah berbagi pengalaman tentang Islam dan Indonesia sebagai negara besar dari sisi wilayah admisnistratif dan majemuk dari segi agama, etnis dan kebudayaan.

Sebaliknya, Perdana Menteri Mahathir sebagai tokoh politik dunia yang lebih senior dari KH Ma’ruf, dengan reputasi mengagumkan diyakini menjadi inspirasi terkuat yang mengokohkan langkah politik KH. Ma’ruf Amin yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 2019 di Indonesia.

Hery yang juga merupakan Koordinator Barisan Kyai Ma’ruf itu mengatakan bahwa dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi NU, KH Ma’ruf Amin pasti turut mengajak agar dibawah kepemimpinan Mahathir Muhammad, kepengurusan NU di Malaysia dapat tumbuh dan berkembang semakin dinamis semakin terjalin hubungan kemitraan yang baik dengan Pemerintah Malaysia.

Hal ini pada gilirannya diharapkan mampu menjadikan NU Cabang Malaysia menjadi kepengurusan NU terbaik di dunia yang bermanfaat untuk penduduk kedua negara. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU