close

Kunjungi Malaysia, KH Ma’ruf Amin Bertemu Mahathir Muhammad

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bakal calon wakil Presiden KH Ma’ruf Amin bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Muhammad di kediaman pribadi Mahathir di Mines Residence, Kembangan, Malaysia, Sabtu (8/9).

“Dr Mahathir Muhammad yang memimpin Malaysia untuk yang kelima kalinya merupakan tokoh senior yang terkemuka baik di Asia dan Internasional yang sarat dengan pengalaman mumpuni dan nasionalisme yang sangat meyakinkan dalam dinamika politik ekonomi global,” kata KH Ma’ruf melalui rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/9).

Dalam kunjungan tersebut, KH Ma’ruf Amin menghaturkan tahniah atau ucapan selamat kepada Mahathir yang telah dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada 9 Mei 2018 lalu. Mahathir yang kini berusia 93 tahun itu akan memimpin Malaysia hingga lima tahun ke depan.

KH Ma’ruf meyakini bahwa persaudaraan Malaysia dan Indonesia akan semakin baik di era kepemimpinan Mahathir Muhammad. Hal ini sudah dibuktikan Mahathir yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah pelantikannya.


Dalam pertemuan tersebut, keduanya turut mendiskusikan mengenai isu-isu politik, ekonomi, sosial baik di lingkungan Asean dan Asia serta kecenderungan politik internasional.

Kesempatan ini digunakan oleh KH Ma’ruf untuk menitipkan warga negara Indonesia yang beraktivitas di Malaysia di banyak sektor seperti pendidikan, tenaga kerja, bisnis dan lain sebagainya.

“Kita berharap agar para WNI yang beraktivitas di Malaysia dipandang tidak hanya sebagai warga negara yang serumpun dan mitra kerja namun lebih jauh dari itu hendaknya dilihat sebagai saudara sehingga kendala dan pelbagai permasalahan yang kemungkinan muncul dapat terselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Mahathir menyambut gembira kunjungan KH Ma’ruf Amin. Mahathir berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara dua negara serumpun ini.

“Hubungan kedekatan Malaysia dan Indonesia bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga secara kewilayahan namun juga selama puluhan tahun terjalin relasi spiritual dan kultural,” kata Mahathir.

Ia menilai kedua negara adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang berorientasi ahlus sunnah waljamaah, dimana telah berlangsung aliran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dalam jumlah besar yang ikut mempengaruhi kebudayaan Malaysia.

“Dalam kunjungan saya ke Indonesia pun, saya bersama Presiden Indonesia sudah sepakat untuk meningkatkan hubungan yang telah terjalin ini,” kata Mahathir.

Sementara itu, Wakil Sekjen PBNU Hery Haryanto Azumi mengapresiasi pertemuan kedua tokoh tersebut.

Menurut Sekjen Majlis Dzikir Hubbul Wathon ini, pertemuan dua tokoh ini merupakan momentum penting bagi hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia karena satu sama lain dapat saling belajar sehingga diperoleh manfaat untuk kepentingan negara dan bangsa.

Hery meyakini KH Ma’ruf Amin selaku tokoh Islam yang memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia telah berbagi pengalaman tentang Islam dan Indonesia sebagai negara besar dari sisi wilayah admisnistratif dan majemuk dari segi agama, etnis dan kebudayaan.

Sebaliknya, Perdana Menteri Mahathir sebagai tokoh politik dunia yang lebih senior dari KH Ma’ruf, dengan reputasi mengagumkan diyakini menjadi inspirasi terkuat yang mengokohkan langkah politik KH. Ma’ruf Amin yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 2019 di Indonesia.

Hery yang juga merupakan Koordinator Barisan Kyai Ma’ruf itu mengatakan bahwa dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi NU, KH Ma’ruf Amin pasti turut mengajak agar dibawah kepemimpinan Mahathir Muhammad, kepengurusan NU di Malaysia dapat tumbuh dan berkembang semakin dinamis semakin terjalin hubungan kemitraan yang baik dengan Pemerintah Malaysia.

Hal ini pada gilirannya diharapkan mampu menjadikan NU Cabang Malaysia menjadi kepengurusan NU terbaik di dunia yang bermanfaat untuk penduduk kedua negara. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Pasca Kericuhan 22 Mei, Polda Bali Laksanakan Razia Stasioner

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan...

Tiga Buruh Bangunan Jatuh ke Sungai, Satu Ditemukan Tewas

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Tiga buruh bangunan yang sedang memasang...

Polres Surakarta Selidiki Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Tewas

SOLO, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Surakarta masih melakukan menyelidikan...

MK Tetap Terima Kelengkapan Data Gugatan Pemilu Meski Libur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menerima data...

Polres Kapuas Bentuk Tim Dalami Kasus Keracunan Massal

KUALA KAPUAS, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kapuas, Kalimantan Tengah,...

Polisi Masih Tutup Jalan di Depan KPU RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jalan Imam Bonjol mengarah Jalan HOS...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi