KPU Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Pilgub Jateng, Ini Jumlahnya


SEMARANG, SERUJI.CO.ID –¬†Jumlah pemilih berdasar data pemilih sementara (DPS) Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 tercatat sebanyak 27.348.878 jiwa yang tersebar di 35 kabupaten/kota, 573 kecamatan, 8.559 desa/kelurahan dengan 63.974 tempat pemungutan suara (TPS).

“Berdasarkan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS Pilgub Jateng yang kami laksanakan Jumat (16/3) malam, jumlah laki-laki yang tercatat dalam DPS sebanyak 13.621.444 jiwa, sedangkan perempuan pemilih 13.727.434 jiwa,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo di Semarang, Sabtu (17/3).

Dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jateng, DPS di Kabupaten Brebes tercatat terbanyak yakni berjumlah 1.463.224 jiwa, sedangkan DPS di Kota Magelang yang paling sedikit yakni 89.759 jiwa.

Menurut dia, jumlah DPS Pilgub Jateng 2018 dari sisi validitas sudah lebih baik dibandingkan periode sebelumnya karena prosesnya disempurnakan oleh Undang-Undang dan Peraturan KPU.

“Data DPS Pilgub Jateng 2018 itu berdasarkan rekapitulasi pencocokan dan penelitian data pemilih dari berbagai daerah,” ujarnya.

Joko menyebutkan pemilih potensial pada Pilgub Jateng 2018 yang belum mempunyai Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau surat keterangan berjumlah 829.832 jiwa.

Menurut dia, hal itu karena jumlah pemilih yang berusia 17 tahun sampai hari pemungutan suara Pilgub Jateng atau 27 Juni 2018, cukup banyak.

“Untuk penyelesaiannya, kami sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil yang akan. melakukan perekaman bagi pemilih potensial yang belum ber-KTP Elektronik sehingga Daftar Pemilih Tetap yang akan ditetapkan pada April 2018 bisa valid,” katanya.

Pilgub Jateng 2018 secara resmi diikuti pasangan calon gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang diusung oleh PDI Perjuangan, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar. Sedangkan Sudirman Said-Ida Fauziyah diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close