Dedi Mulyadi Jalan Kaki 1,5 Kilometer ke TPS

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjalan kaki sejauh sekitar 1,5 kilometer untuk mendatangi tempat pemungutan suara pada Pilkada Serentak, Rabu (27/6).

Dedi bersama isteri dan anaknya menggunakan hak pilihnya atau mencoblos di TPS 06, Kampung Krajan, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

Ia keluar dari rumahnya sekitar pukul 9.00 WIB. Selanjutnya menyapa sejumlah jurnalis sebelum berangkat ke TPS.

Dedi yang menggunakan pakaian serba putih sertai dengan iket Sunda itu berjalan kaki untuk ke TPS 06. Sepanjang jalan menuju TPS, ia tidak berhenti menyapa warga yang berada di sisi jalan.

Beberapa kali langkahnya terhenti karena harus menghampiri warga, sekedar untuk menyapa mereka yang berada di sisi jalan.

“Udah beres bah, udah mencoblosnya,” kata Dedi saat menyapa salah seorang kakek yang berada di pinggir jalan.

Sementara itu, usai mencoblos Dedi tidak berjalan kaki untuk sampai ke rumahnya. Tetapi menaiki salah satu mobil bak bersama sejumlah jurnalis.

Dari atas mobil bak itu, Dedi juga menyapa warga yang berada di sisi jalan yang dilewati.

“Alhamdulilah. Terima kasih bagi masyarakat yang telah mendukung. Terima kasih pula bagi masyarakat yang tidak memilih, yang terpenting hak suaranya digunakan pada Pilkada,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Krisis Akal Budi

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER