Bertemu Perajin Tahu, Gus Ipul Dikeluhkan Harga Bahan Baku Yang Makin Mahal di Era Ini

KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dicurhati oleh perajin tahu di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Jawa Timur, yang mengeluhkan semakin mahalnya harga kedelai sebagai bahan baku untuk pembuatan tahu.

“Harga bahan bakunya naik terus. Dulu 1 kilogram Rp6.300, sekarang Rp7.300 per kilogram,” kata Purborini, salah seorang perajin tahu asal Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, di Kediri, Rabu (11/4).

Ia menyebut, permintaan tahu sebenarnya cukup bagus, namun bahan bakunya yaitu kedelai terus mengalami kenaikan. Kedelai yang digunakan juga impor, sebab jika lokal akan berpengaruh pada kualitas tahu.

Untuk kedelai lokal, kata dia, kadang campur antara yang muda dan yang busuk. Hal itu menyebabkan tahu yang dibuat menjadi pahit, sehingga pembeli juga akan protes.

Dalam sehari, Rini, sebutan akrab Purborini mengaku bisa menghabiskan hingga 400 kilogram kedelai. Dari jumlah itu, bisa menghasilkan sekitar 6.000 potong tahu takwa. Produk olahannya, selain dijual ke Kediri, juga memenuhi permintaan daerah sekitarnya, misalnya Blitar, Nganjuk, Pare, Tulungagung, hingga Kertosono.

Ia mengaku, saat ini hanya bisa bertahan. Selain harga kedelai mahal, harga garam juga cukup mahal. Di pasar, harga garam per karung hingga Rp130 ribu, padahal dulu hanya Rp70 ribu. Padahal, harga jual tahunya adalah Rp1.300 per potong.

“Harga kedelai naik, harga garam juga mahal. Jika harga naik, jualnya ke konsumen tidak mau harga mahal. Jika kedelai dikurangi, tahu jelek dan konsumen tidak mau harga mahal. Kami ambil untung sedikit saja,” kata generasi kedua dari Usaha Dagang Populer Kota Kediri ini.

Ia berharap, pemerintah turun tangan agar harga bahan baku kedelai bisa lebih stabil. Dengan itu, perajin kecil seperti dirinya juga bisa bertahan.

Sementara itu, calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang berkunjung ke lokasi itu mengatakan usaha ini perlu terus didukung pemerintah. Tahu takwa adalah produk khas dari Kota Kediri, sehingga harus terus dikembangkan.

Ia mengakui, bahan baku kedelai saat ini masih mengandalkan impor. Namun, ke depan pihaknya akan berupaya terus mengembangkan teknologi pertanian untuk tanam kedelai, agar bisa berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.

“Yang surplus, jagung juga sudah, tapi kedelai belum, padahal kebutuhan kedelai tinggi terutama untuk bahan baku tahu dan tempe. Orang Jatim sudah jadi bagian dari makanan sehari-hari, tapi masalahnya kita tidak punya produk lokal. Padahal sudah berusaha dicoba (Uji coba) berulang-ulang belum berhasil. Nanti dicoba terus soal bibit kedelai,” ujar Gus Ipul.

Selain berkunjung, Gus Ipul juga sempat mencicipi tahu dan aneka makanan olahannya. Ia juga dialog dengan pemilik usaha, sehingga mengetahui dengan pasti keluhan mereka. Hal itu sekaligus sebagai bahan untuk perbaikan Jatim ke depannya. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.