Antisipasi Aksi 1712, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus

0
51
Aksi PKS Bela Palestina 10 Des 2017
Aksi PKS Bela Palestina (menolak pengakuan AS soal Yerusalem) di depan Kedubes AS, Ahad (10/12/20170. (Foto: Jarot S/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Polda Metro Jaya menyiapkan skenario pengalihan arus kendaraan saat aksi “Bela Palestina” atau aksi “1712” di sekitar Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat pada Ahad (17/12).

“Untuk rekayasa arus lalu lintas akan dilaksanakan melihat perkembangan situasi di lapangan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra di Jakarta, Sabtu (16/12).

Halim menyebutkan rencana pengalihan arus yang dipersiapkan kendaraan dari Hayam Wuruk mengarah Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Juanda-Pasar Baru-Gunung Sahari atau lapangan Banteng-Pejambon-Medan Merdeka Timur-Ridwan Rais-Tugu Tani.

Kendaraan dari Tugu Tani mengatah ke Jalan Medan Merdeka Selatan dialihkan ke Jalan Ridwan Rais-Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira–Lapang Banteng-Harmoni atau Gunung Sahari.

Arus kendaraan dari Bundaran HI mengarah ke Medan Merdeka Barat belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Harmoni.

Kendaraan dari Tanah Abang mengarah ke Patung Kuda diarahkan ke Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Harmoni.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menyerukan umat Islam ikut aksi “1712” untuk mendukung rakyat Palestina.

Bahkan Amin mengajak agama lain dan elemen masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan turun mendukung aksi Bela Palestina.

Aksi itu sebagai aksi protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Rencananya, massa akan menggelar shalat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat selanjutnya menuju Monas guna menyampaikan pendapat di muka umum hingga pukul 12.00 WIB.

Polda Metro Jaya dibantu TNI mengerahkan 20.000 personil guna mengamankan aksi damai dan solidaritas terhadap rakyat Palestina itu. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....