Ahad Ini, MUI Gelar Aksi Solidaritas Palestina di Monas

0
42
ekonomi syariah
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengatakan pihaknya akan menggelar Aksi MUI untuk Palestina di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (17/12).

“MUI akan melakukan aksi dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan seperti ormas, tokoh lintas agama, diplomat serta masyarakat pada Ahad (17/12) mulai pukul 06.00 WIB,” kata Maruf dalam konferensi persnya di Gedung MUI Pusat Jakarta, Selasa (12/12).

Dia mengatakan MUI memandang pengakuan sepihak AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel bukan bermotif agama tetapi bentuk penjajahan yang sistematis terhadap Palestina. Tindakan itu harus ditentang oleh seluruh kalangan masyarakat dunia.

Terkait aksi menentang AS soal Yerusalem, Maruf mengajak seluruh umat Islam sedunia untuk membacakan Qunut Nazilah sebagai bentuk dukungan spiritual bagi keutuhan dan keselamatan Palestina dari penjajahan dan kezaliman.

MUI, kata dia, juga mengajak negara-negara lain terutama Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara Teluk untuk bersatu melawan penjajahan dan adu domba. Dengan begitu, dapat terjalin soliditas yang kuat untuk melawan penjahan atas Palestina.

“Seraya bersama-sama kita menegaskan Palestina adalah sebuah negara dengan Yerusalem sebagai ibu kota negara Palestina,” kata dia.

Dia mengatakan bagi Indonesia segala bentuk penjajahan di muka bumi harus ditentang dan dilawan karena bertentangan dengan dengan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana tercantum dalam tujuan bernegara Indonesia di alinea IV UUD 1945.

“MUI menentang langkah kebijakan AS soal Yerusalem karena semakin menambah ketidakpastian global terutama terkait dengan langkah keamanan,” ujarnya.

Langkah itu, lanjut dia, semakin menjelaskan pada dunia tentang politik standar ganda bahwa AS di satu pihak seakan berdiri sebagai kampiun demokrasi tetapi di sisi lain mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

“Persetujuan AS atas Yerusalem untuk Israel itu menegaskan persetujuannya atas penjajahan. Bentuk penjajahan itu sudah diperlihatkan dalam berbagai aksi kekerasan yang berada di luar batas-batas kemanusiaan,” pungkasnya. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Sekolah Pranikah

Kasus Perceraian Tinggi di Surabaya, Pemkot Adakan Sekolah Pranikah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tingginya kasus perceraian di Kota Surabaya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan pembekalan bagi muda-mudi warga Surabaya yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan mengambil...
Sudirman Said.

Sudirman Optimis Pangkas 13 Persen Kemiskinan Jateng

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Sudirman Said optimistis memangkas angka kemiskinan Jawa Tengah yang saat ini masih mencapai 13 persen menjadi 6 persen nantinya...

Tidak Lolos Peserta Pemilu 2019, PBB Akan Ajukan Gugatan ke Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait tidak...
AHY

Demokrat Tunjuk Agus Harimurti Sebagai Kogasma

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Demokrat menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk persiapan Pemilu 2019 serta memenangkan Pilkada Serentak 2018...

Rute Wisata Transjakarta Ditambah Selama Asian Games

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menambah rute wisata bus Transjakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018. "Selama berlangsung Asian Games, kami akan menambah...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...