Griya Swa Karya, Program Kerjasama Baru BNI Syariah Dengan Unair

SURABAYA – Bank BNI Syariah menawarkan program kerjasama baru dengan Universitas Airlangga (Unair) dalam membangun berbagai fasilitas kampus di Unair. Program dengan nama Griya Swa Karya ini diluncurkan bersamaan dengan penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) antara Unair dengan BNI Syariah di Kampus C, Sukolilo, Surabaya, hari ini, Jumat (3/3).

“Bahasan yang baru kali ini yakni program Griya Swa Karya yang baru saja disetujui OJK Januari lalu. Prinsipnya program baru ini adalah cara bank memberikan dan membangun sebuah fasilitas kampus dengan dibiayai oleh bank dengan model kepemilikan bank terlebih dahulu,” terang Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank BNI Syariah.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., Mt., Ak., CMA., menyambut baik tawaran kerja sama tersebut.

“Di kampus C ini kan masih banyak lahan yang kosong, kerja sama dengan Bank BNI Syariah semoga bisa mendorong untuk membangun fasilitas kampus,” terang Prof. Nasih. “Fasilitas itu misalnya kantin dan gedung parkir,” pungkasnya.

Program Griya Swa Karya adalah program pembiayaan baru dari perbankan syariah di bidang properti. Dimana melalui program ini bank bertindak sebagai pengembang dengan menyediakan bangunan bagi calon nasabah, dan Bank mengelola bangunan tersebut selama batas waktu tertentu sampai menerima pengembalian pembiayaan bangunan tersebut dan bangunan akhirnya diserahkan ke nasabah.

EDITOR: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Blunder

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.