Legislator: Keberadaan Pasar Tradisional Terancam Tersisih


PALANGKA RAYA – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Umi Mastikah mengatakan bahwa kondisi pasar tradisional saat ini terancam tersisih dengan perkembangan pasar modern.

“Saat ini keberadaan pasar tradisional semakin tergerus dengan pasar moderen. Kalau tidak segera dilakukan pembenahan secara menyeluruh maka keberadaan tradisional akan ditinggalkan,” katanya di Palangka Raya, Rabu (20/9).

Wakil rakyat fraksi PAN-Demokrat ini pun meminta pemerintah kota meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional dari berbagai aspek.

Terlebih lagi, lanjut dia, keberadaan pasar tradisional selama ini juga telah menjadi budaya dan wadah berinteraksi interaksi sosial saat proses jual beli.

Saat ini keberadaan pasar tradisional masih identik dengan kesan kumuh dan kurang tertata termasuk buruknya saluran pembuangan limbah yang menimbulkan aroma tidak sedap.

Dengan keadaan ini, jika pemerintah tidak mampu menciptakan pasar tradisional sebagai pusat perbelanjaan yang nyaman dan higineis bukan tidak mungkin masyarakat secara perlahan akan beralih berbelanja ke pasar modern.

Untuk itu, keberadaan pasar tradisional harus mampu diubah semakin bersih, higienis, nyaman.

“Pasar yang bersih merupakan idaman seluruh masyarakat dan sebagai salah satu upaya untuk tetap mempertahankan pasar tradisional sebagai wadah transaksi dan silaturrahmi antar warga,” katanya.

Untuk itu, kualitas SDM pengelola, penataan pasar hingga peningkatan daya saing produk dan pedagang harus ditingkatkan sehingga pasar tradisional ini tetap mampu bersaing dengan keberadaan pasar modern. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close