Neraca Perdagangan Alami Surplus USD 14 Miliar

JAKARTA – Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada Januari 2017 memberikan optimisme dengan mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,4 miliar. Capaian surplus tersebut meningkat dibandingkan surplus periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai USD 13,6 juta.

Dirinci lebih dalam, surplus neraca perdagangan Januari 2017 disumbang dari suplus nonmigas sebesar USD 1,9 miliar dan defisit migas sebesar USD 0,5 miliar.

“Kinerja ekspor dan impor di awal tahun 2017 menghasilkan surplus USD 1,4 miliar, paling tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya sejak Januari 2015. Kami makin optimis mengarungi tahun 2017 ini,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Jumat (17/2).

Mendag menjelaskan bahwa negara mitra dagang seperti India, Amerika Serikat (AS), Filipina, Belanda, dan Malaysia menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar selama Januari 2017 yang jumlahnya mencapai USD 2,7 miliar. Sementara China, Thailand, Australia, Prancis, dan Korea Selatan merupakan negara mitra yang menyebabkan defisit nonmigas terbesar yang jumlahnya mencapai USD 2 miliar.

Nilai ekspor yang berhasil dibukukan di awal tahun 2017 sebesar USD 13,4 miliar, meningkat 27,7 persen (year on year/ YoY) dibanding tahun lalu. Namun capaian ini turun 3,2 persen (mont on  month/ MoM) dibandingkan Desember 2016.

Peningkatan ekspor 27,7 persen (YoY) dipicu peningkatan ekspor nonmigas sebesar 29,2 persen (YoY), sementara ekspor migas hanya tumbuh 14,8 persen (YoY).

Optimisme peningkatan ekspor ditunjukkan dengan peningkatan ekspor nonmigas ke beberapa negara yang meningkat signifikan selama Januari 2017. Ekspor nonmigas ke China, India, Filipina, dan Rusia naik signifikan pada Januari 2017, masing-masing 74,8 persen, 98,4 persen, 70,6 persen, dan 175,3 persen (YoY).

Perbaikan harga komoditas yang dipicu kenaikan harga minyak juga menjadi faktor optimisme peningkatan ekspor di masa mendatang. Produk ekspor nonmigas yang nilainya naik tinggi di Januari 2017 antara lain besi dan baja (133,3 persen:  YoY), tembaga (71,7 persen: YoY), berbagai produk kimia (70,6 persen; YoY), dan minyak sawit (67,7 persen; YoY), serta bahan kimia organik (65,2 persen).

Kinerja impor Januari 2017 tercatat mencapai USD 12 miliar atau naik 14,5 persen (YoY). Kenaikan nilai impor tersebut didorong kenaikan impor bahan baku/penolong sebesar 20,9 persen (YoY) dan barang modal sebesar 6 persen (YoY). Sedangkan, impor barang konsumsi turun sebesar 13,4 persen (YoY).

“Kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal di awal tahun ini merupakan sinyal positif bagi menggeliatnya industri domestik sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar mendag.

Kenaikan impor bahan baku/penolong menjadikan pangsa barang kategori ini semakin dominan, yaitu 75,6 persen terhadap total impor. Sebelumnya, pangsa bahan baku/penolong sebesar 71,6 persen pada Januari 2016 dan 72,3 persen pada Desember 2016. Bahan baku/penolong yang impornya naik signifikan antara lain bahan kimia organik (21,2 persen), biji-bijian berminyak (102,4 persen), serta plastik dan barang dari plastik (14,8 persen).

Sedangkan barang modal yang impornya naik signifikan antara lain mesin/pesawat listrik (22,8 persen) serta kendaraan bermotor dan bagiannya (13,4 persen). Barang konsumsi yang impornya turun antara lain sayuran dan minuman masing-masing turun 8,8 persen dan 9,2 persen.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Makan Dikit, Perut Kok Buncit?