JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menyikapi makin terpuruknya nilai Rupiah terhadap US Dolar, hingga hampir menyentuh level Rp13.800 per dolar Amerika Serikat (AS), Pemerintah lewat Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menuding Bank Sentral AS atau yang dikenal juga sebagai The Fed sebagai penyebabnya.
Darmin mengatakan pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell lah penyebab anjloknya nilai tukar rupiah.
“Itu si Powell ngomong macam-macam,” tukas Darmin di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (8/3).
Darmin mengklaim bahwa tidak ada alasan bagi rupiah untuk mengalami pelemahan, sebab data ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan angka yang baik. “Bahkan, seharus-nya bisa menunjang kenaikan mata uang rupiah,” katanya.
Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia ini, pelemahan mata uang rupiah lebih disebabkan karena faktor eksternal yang membuat pasar keuangan berspekulasi.
“Bukan karena kita persoalannya, karena asal persoalannya dari luar,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pasar keuangan dunia dihebohkan dengan pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan akan menaikan suku bunga. Kemudian diikuti dengan adanya rencana Presiden AS Donald Trump melakukan reformasi pajak serta upah buruh.
Kedua hal tersebut telah menciptakan sentimen di pasar keuangan, sehingga pelaku pasar keuangan yang selama ini menaruh dananya di Indonesia memilih menarik dananya untuk kembali diinvestasikan ke negeri Paman Sam, karena dianggap lebih menjanjikan.
Pulangnya dana asing tersebut membuat dolar AS menguat dan melemahkan mata uang negara lain, termasuk rupiah. (ARif R/Hrn)

Nah sudah ketemukan kambing hitam yang menyebabkan si rupiah melemah, ya si Powell.
sijerom laporin ke pulisi aja pak!
Mentri2 nya Jokowi goblok2 bukannya koreksi diri eeeeh malah nyalahin org dasar begoooo
KO NYALAHIN ORANG LAIN.. BUKAN NYA ENTE” YANG PADA KERJA…??
wkwkwk…katro!