
Presiden Direktut PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, pihaknya setuju kalau top up e-money berbayar. Sebab, investasi yang mereka keluarkan tidaklah sedikit.
“Kita habis Rp80 milyar per tahun untuk menyediakan flash card, kartu sampai maintenance, ada EDC, kan semua pakai mesin. Memang komunikasinya nggak bayar? Kan semuanya harus bayar,” kata dia.
Meski begitu, sebagai perwakilan dari perbankan swasta, BCA akan mempertimbangkan lantaran Himbara sudah sepakat membebaskan tarif top up e-money.
“Ya nanti kita lihatlah. Kepentingan nasabah utama. Kalau untuk pelayanan masyarakat diminta free, ya kita free lah,” tuturnya. (Achmad/Hrn)

Uang ada, tinggal ambil saja
Ga ada yg gratis