3 Tahun Jokowi, Prastowo: Ambisi Bangun Infrastruktur Tapi Budget Tidak Realistis

1
238
Yustinus Prastowo
Direktur Eksekutif CITA, Yustinus Prastowo, di Jakarta, Rabu, 11/10/2017. (foto:Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Realisasi penerimaan pajak tahun 2017 diperkirakan hanya 89 persen. Namun, untuk menggenjot penerimaan pajak disarankan tidak perlu progresif karena justru akan berakibat kontrapoduktif.

“Saya kira tiga bulan tidak (berutang lagi), karena kalau kita hitung 90 persen kok penerapanya. Dengan penerimaan 89 persen, defisit 2,87 persen, cukup aman,” kata Direktur Eksekutif CITA, Yustinus Prastowo, di Jakarta, Rabu (11/10).

Menurut Yustinus, selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla ada plus dan minusnya. Dari segi kekuranganya, Yustinus kembali menyoroti ambisi pemerintah untuk membangun infrastruktur. Tetapi, dari segi budget tidak realistis.

Loading...

“Maka jangan-jangan kita butuh keduanya, sehingga bersifat realistis. Memaksakan increasing penerimaan pajak dalam jangka pendek sangat tinggi, suka atau tidak, pasti esktensifikasi dan mendistorate wajib pajak. Perekonomian juga akan tergerus pertumbuhannya, sehingga double impact. Duitnya nggak dapat, ekonominya slow down,” ujar Yustinus.

Ia mengingatkan, pemerintah lebih baik pelan saja tetapi perlu perbaikan tata kelola perpajakan yang fundamental. Misalnya mempercepat revisi undang-undang pajak, dan meningkatkan kompetensi petugas pajak. “Itu lebih baik daripada law enforcement tetapi tidak terukur,” katanya.

Law enforcement, kata Yustinus, memang perlu dilakukan. Sebab, tanpa penegakan hukum, akan pincang. “Dua tahun masih tersisa, saya kira teruskan saja reform. Tidak usah menuruti kebutuhan, misalnya infrastruktur yang terlalu tinggi,” sambungnya.

loading...

1 KOMENTAR

  1. Kebijakan ambisisius di bidang infrastruktur jadi blunder, dana tersedot ke proyek jangka panjang yg tidak berdampak pada sektor riil dlm jangka pendek dan menengah dampaknya menggerus daya beli masyarakat, UKM akan keburu gulung tikar sebelum merasakan dampak positif proyek infrastruktur sehingga di masa depan hanya pengusaha kelas kakap yg bisa bertahan dan akan paling menikmati lezatnya infrastruktur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama