3 Tahun Jokowi, Prastowo: Ambisi Bangun Infrastruktur Tapi Budget Tidak Realistis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Realisasi penerimaan pajak tahun 2017 diperkirakan hanya 89 persen. Namun, untuk menggenjot penerimaan pajak disarankan tidak perlu progresif karena justru akan berakibat kontrapoduktif.

“Saya kira tiga bulan tidak (berutang lagi), karena kalau kita hitung 90 persen kok penerapanya. Dengan penerimaan 89 persen, defisit 2,87 persen, cukup aman,” kata Direktur Eksekutif CITA, Yustinus Prastowo, di Jakarta, Rabu (11/10).

Menurut Yustinus, selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla ada plus dan minusnya. Dari segi kekuranganya, Yustinus kembali menyoroti ambisi pemerintah untuk membangun infrastruktur. Tetapi, dari segi budget tidak realistis.

“Maka jangan-jangan kita butuh keduanya, sehingga bersifat realistis. Memaksakan increasing penerimaan pajak dalam jangka pendek sangat tinggi, suka atau tidak, pasti esktensifikasi dan mendistorate wajib pajak. Perekonomian juga akan tergerus pertumbuhannya, sehingga double impact. Duitnya nggak dapat, ekonominya slow down,” ujar Yustinus.

Ia mengingatkan, pemerintah lebih baik pelan saja tetapi perlu perbaikan tata kelola perpajakan yang fundamental. Misalnya mempercepat revisi undang-undang pajak, dan meningkatkan kompetensi petugas pajak. “Itu lebih baik daripada law enforcement tetapi tidak terukur,” katanya.

Law enforcement, kata Yustinus, memang perlu dilakukan. Sebab, tanpa penegakan hukum, akan pincang. “Dua tahun masih tersisa, saya kira teruskan saja reform. Tidak usah menuruti kebutuhan, misalnya infrastruktur yang terlalu tinggi,” sambungnya.

1 KOMENTAR

  1. Kebijakan ambisisius di bidang infrastruktur jadi blunder, dana tersedot ke proyek jangka panjang yg tidak berdampak pada sektor riil dlm jangka pendek dan menengah dampaknya menggerus daya beli masyarakat, UKM akan keburu gulung tikar sebelum merasakan dampak positif proyek infrastruktur sehingga di masa depan hanya pengusaha kelas kakap yg bisa bertahan dan akan paling menikmati lezatnya infrastruktur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

TERPOPULER