Rektor IAIN: Banyak Tokoh Muslim Memulai Karir dari Dunia Kewartawanan

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengungkapkan bahwa banyak tokoh muslim dunia memulai karirnya melalui kegiatan kewartawanan.

Hal tersebut disampaikannya pada saat melantik UKM Pers, penelitian dan penerbitan Zawiyahnews yang berlangsung di aula kampus setempat, Kamis (22/3).

“Kami yakin lembaga pers sangat penting, banyak sekali tokoh–tokoh muslim dunia itu dimulai dari kegiatan kewartawanan,” ungkapnya.

Diantara tokoh muslim tersebut, kata Zulkarnaini, Sayydi Kutub, antrolopo muslim Akbar S Ahmed. “Tokoh–tokoh yang terkenal seperti Sayyid Kutub, antropolog muslim Akbar S Ahmed, tokoh–tokoh besar dunia lainnya, mereka adalah bangkit menjadi besar dari kegiatan pers,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini banyak orang yang menyalahgunakan kegiatan pers, kegiatan pers disalah artikan.

“Pers diadopsi dari bahasa inggris, press. Press itu artinya menekan bahkan dibeberapa kamus press itu berarti memeras, makanya kadang–kadang ada oknum insan pers yang menyalahgunakannya, kenapa disebut press karena press mencetak, orang yang mencetak informasi disebut press, makanya jangan dipahami kalau kemudian bekerja menjadi pers maka kita “press” semuanya, bukan press negatif seperti itu yang dimaksudkan, tapi press itu mencetak, membentuk kepribadian insan pers, orang-orang yang bekerja di kegiatan pers yang independen dan bertanggug jawab,” jelas Zulkarnaini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Selesai ?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.