Pengawal Adat Melayu Datangi Kantor Koran Sindo Batam Terkait Berita Penolakan Kedatangan Habib Rizieq

51

Batam, Seruji.com– Warga Batam yang diwakili oleh pengawal adat Melayu Gagak Hitam, PETA Kepri, dan Ketua Lembaga Adat Melayu melakukan tabayun dan meminta klarifikasi dengan mendatangi kantor Sindo Batam. Hal itu terkait soal pemberitaan Sindo tentang penolakan warga Batam atas kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Batam

Telah menjadi viral di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) soal pemberitaan Koran Sindo yang menulis warga Batam menolak kedatangan Habib Rizieq. Karena membawa nama warga Batam, banyak pihak yang tidak terima, sehingga warga Batam yang diwakili oleh para pengawal adat Melayu mendatangi kantor Sindo di Batu Ampar, Batam, Senin (16/1) sore.

Pengawal Adat Melayu yang datang adalah Panglima Gagak Hitam (Kande Udin Pelor), Sekjen Gagak Hitam (Andika Dwi Rahmansyah), Panglima Hitam (Surya), Penasihat Gagak Hitam (Ayahanda Rahim Pekka), Panglima PETA Divisi Kepri (Pangdiv Bobi Candra dan Danmen Muhammad Azhari), dan Ketua Lembaga Adat Melayu (Ayahanda Wam Gamalyardi).

Kedatangan para pengawal adat Melayu di kantor Koran Sindo Batam diterima oleh Deden sebagai perwakilan Koran Sindo Batam.

“Klarifikasi dari Koran Sindo berjalan lancar. Koran Sindo meminta maaf dan akan menerbitkan berita klarifikasi tentang warga Batam yang telah menjadi viral dan meresahkan di Kepri,” kata Bobi Candra.

Pengawal adat Melayu Kepulauan Riau memberi waktu selama dua hari untuk Koran Sindo Batam memuat klarifikasi berita tersebut. (ilyas/batam)

Reporter : Ilyas karta
Editor   : Denni
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama