Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami kerugian materil karena rumah mereka tertimpa pohon tumbang di Aceh.

“Ada enam kabupaten/kota di Aceh terkena dampak akibat cuaca ekstrem kemarin (Senin, 18/6), yakni Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Selasa (19/6).

Ia melanjutkan, puting beliung yang terjadi di daerah destinasi wisata bahari Sabang, telah menyebabkan delapan rumah warga setempat mengalami rusak ringan, dan satu diantaranya rumah dinas milik TNI AL di kawasan Cot Ba’U.

Selain itu, terdapat juga korban terdampak, sehingga memerlukan penanganan evakuasi sesegera mungkin akibat pohon tumbang menutupi badan jalan menuju ke tiga lokasi objek wisata, seperti Pantai Iboih dua titik, Balik Gunong Dua Sarang delapan titik, dan Taman Kebun Wisata Merica satu titik.


Lalu puting beliung di Aceh Besar dengan kondisi atap rumah di terpa angin milik warga atas nama Muslem (45), sehingga mengalami rusak ringan di Desa Teubareh, Kecamatan Montasik, dan satu unit rumah di Pidie Jaya yang sedang dibangun mengalami roboh akibat angin puting beliung.

Di Aceh Tengah terdapat satu unit rumah roboh diterpa angin puting beliung milik Mahmuddin (45), ditempati seorang isteri dan ketiga orang anaknya. Sedangkan di Bireuen, satu batang pohon kelapa tumbang ke badan jalan di Desa Batee Timoh, Jeumpa, dan satu unit rumah di Desa Alua Buya Pasie, Jangka, sebagian atap rumah di terpa angin kencang atau puting beliung.

Terakhir enam unit rumah di empat desa dan empat kecamatan di Aceh Selatan, satu desa diantaranya terdapat tiga unit rumah mengalami rusak berat akibat tertimpa batang pohon, dan terdapat dua batang pohon tumbang menutupi badan jalan.

“Alhamdulillah, kemarin juga kita bersama instansi terkait yang di bantu warga setempat telah selesai dibersihkan. Jalan yang sempat tertutup, sudah bisa dilalui,” katanya, mengklaim.

“Memang terdapat beberapa rumah warga yang terkena angin kencang, dan pohon tumbang, masih perlu perbaikan hingga hari ini,” tegas Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sabang, Aceh, telah mengeluarkan peringatan dini akan cuaca buruk melanda Sabang, wilayah kepulauan paling ujung barat Indonesia mulai 18 hingga 19 Juni 2018.

“Pagi tadi sejumlah pohon tumbang di lokasi berbeda, bahkan ada rumah warga tertimpa pohon karena angin kencang serta hujan ringan hingga lebat di wilayah Kota Sabang,” ucap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Cot Ba’U Maimun Saleh, Sabang, Siswanto.

“Hari ini peta prakiraan pola pergerakan angin wilayah Kota Sabang dan sekitarnya terlihat kecepatan angin mencapai 40 knot atau setara 80 km/jam,” sebut Siswanto menambahkan. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sandiaga: Layanan Kesehatan Bagi Warga Miskin Jakarta Masih Belum Layak

"Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya masyarakat kurang mampu di Jakarta, yang masih belum terpenuhi pelayanan kesehatan yang layak," kata Sandiaga

Terekam Video, Polisi China Borgol dan Tutup Mata Ratusan Muslim Uighur

Ratusan pria muslim dari etnis Uighur terekam sebuah video sedang diborgol dan ditutup matanya sambil diawasi sekelompok polisi China. Diduga para pria tersebut akan digiring ke suatu lokasi yang kemungkinan adalah kamp-kamp penahanan.

Tren Pemasangan Iklan Jual Ruko di Lamudi Meningkat

Dari data jumlah iklan ruko yang dipasang di portal properti Lamudi.co.id menyebutkan, pada tahun 2017 ada 3.801 iklan, kemudian tahun 2018 ada 3.926 iklan, lalu tahun 2019 meningkat tajam menjadi 5.557 iklan ruko yang dipasang.

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi