100 Puskesmas Disiagakan Selama Mudik Lebaran Oleh Pemprov Riau

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiagakan sebanyak 100 puskesmas untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya mengatasi kedaruratan, pada arus mudik Idul Fitri (Lebaran) 1440 Hijriah.

“Salah satu upaya untuk mengatasi kedaruratan adalah penyediaan fasilitas layanan kesehatan. Ada 100 puskesmas yang disiagakan sebagai fasilitas layanan kesehatan primer,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir, Sabtu (1/6).

Puskesmas tersebut ada yang berada di jalur mudik, di antaranya seperti di rute menuju Kabupaten Inhil dari Kota Pekanbaru terdapat sembilan puskesmas.

Kemudian, rute Teluk Kuantan sampai dengan Air Molek ada delapan puskesmas. Untuk jalur mudik menuju Sumatera Barat terdapat tujuh puskesmas, dan menuju Dumai hingga Bagan Batu ada 11 puskesmas.

Sedangkan untuk fasilitas pelayanan kesehatan sekunder ada 16 rumah sakit pemerintah. Ia menjelaskan rumah sakit umum daerah (RSUD) tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Riau, di antaranya seperti RSUD Arifin Achmad, RSUD Bengkalis, RSUD Dumai dan RSUD Selat Panjang.

“Lalu ada RS siaga yakni rumah sakit swasta, ada 26 semuanya di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan Dinas Kesehatan juga membentuk 100 posko kesehatan di seluruh kabupaten/kota. Petugas medis yang bersiaga biasanya bergabung dengan posko arus mudik instansi lainnya.

Penyediaan fasilitas layanan ini juga dilengkapi dengan mobil ambulans. Seluruh puskesmas rata-rata sudah memiliki ambulans masing-masing. Meski begitu, ia mengatakan tetap disiagakan 60 mobil ambulans yang siaga di posko bersama angkutan mudik dengan Polri.

Ia berharap penyediaan fasilitas layanan kesehatan ini bisa merespon dengan cepat apabila terjadi kecelakaan selama cuti bersama maupun saat arus mudik Lebaran. Sebab, berdasarkan kejadian krisis kesehatan pada saat mudik Lebaran 2017 di puskesmas, RS maupun posko kesehatan lumayan banyak kasusnya.

Kasus luka ringan atau rawat jalan banyak ditangani di puskesmas yakni sebanyak 310 kasus, di RS 191 kasus dan di posko kesehatan 170 kasus.

“Yang tidak kalah penting adalah upaya pencegahan melalui himbauan di media dan pengecekan kesehatan pengemudi,” ujar Mimi Nazir.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER