Ratusan Calon Jamaah Haji di Madura Gagal Berangkat

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 246 calon haji asal Pulau Madura, Jawa Timur, yang tersebar di empat kabupaten, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Kabupaten Bangkalan gagal menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini.

Menurut data dari masing-masing Kantor Kementerian Agama di Madura, ke-246 calhaj yang gagal menunaikan ibadah haji itu meliputi di Kabupaten Sumenep sebanyak 15 orang, Pamekasan 79 orang, Sampang 99 orang dan di Kabupaten Bangkalan sebanyak 53 orang.

Menurut Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pamekasan Afandi, ada beberapa alasan yang menyebabkan calon haji di Kabupaten Pamekasan itu gagal berangkat.

“Salah satunya karena tidak bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH),” katanya, Kamis (24/5) pagi.

Selain itu, sambung dia, ada juga jamaah calon haji yang meminta agar bisa berangkat bersama keluarga di musim haji tahun depan.

Total jumlah calon haji yang masuk dalam daftar pemberangkatan haji tahun ini dari empat kabupaten di Pulau Madura, sebanyak 2.366 orang. Mereka itu dari Kabupaten Sumenep sebanyak 606 orang, Pamekasan 679 orang, Sampang 440 orang dan di Kabupaten Bangkalan sebanyak 641 orang.

Namun, karena sebanyak 246 orang gagal berangkat, maka calhaj asal Madura yang dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini hanya 2.120 orang.

Selain karena tidak melunasi BPIH dan menunda keberangkatan, ada juga yang gagal menunaikan ibadah haji, karena telah meninggal dunia.

“Kalau calhaj asal Pamekasan yang meninggal dunia sebanyak 2 orang. Secara otomatis, maka mereka gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah,” ujar Afandi, menjelaskan.

BPIH untuk musim haji tahun ini sebesar Rp36.910.450. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau