Puluhan Siswa Jatuh Pingsan Saat Upacara Hardiknas di Tulungagung

TULUNGAGUNG, SERUJI.CO.ID – Sedikitnya 20 siswa jatuh pingsan saat mengikuti upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional di halaman Pemkab Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (2/5).

Situasi itu tak pelak membuat petugas kesehatan yang berjaga kalang kabut.

Beberapa siswa harus ditandu untuk dibawa ke tenda pelayanan kesehatan/medis dekat ambulans yang telah disiapkan.

Sebagian lain dituntun rekan-rekannya berjalan hingga sampai lokasi tim medis.


“Cuaca terik dan kondisi siswa yang kelelahan menjadi faktor mereka banyak yang pingsan,” kata dr Siswanto.

Kondisi diperburuk dengan pelaksanaan upacara Hardiknas di halaman Pemkab Tulungagung yang molor hampir 30 menit lebih.

Para siswa yang berdiri di area dengan terik matahari langsung tidak kuat menahan panas.

Akibatnya sejumlah siswa mengalami dehidrasi.

BACA JUGA:  Awal 2018, Bea Cukai Lakukan Penindakan Rokok Ilegal Sebanyak 9 Kali

“Faktor lain mungkin juga siswa bersangkutan belum sarapan saat berangkat sekolah,” ujarnya.

Rata-rata siswa yang jatuh pingsan adalah murid setingkat SMP dan SMA.

Sebaliknya hanya satu siswa SD yang dipapah menuju tenda layanan medis.

Satu di antara 20 siswa yang jatuh pingsan bahkan harus dibantu alat pernafasan penyuplai oksigen.

Namun setelah beberapa saat mendapat pertolongan pertama, kondisi para siswa berangsur membaik.

Secara keseluruhan upacara peringatan Hardiknas di halaman Pemkab Tulungagung yang diikuti utusan siswa SD, SMP, SMA dan kalangan guru/pendidik tetap berjalan lancar hingga usai.

Plh Bupati Tulungagung Indra Fauzy yang menjadi inspektur upacara banyak berpesan soal peningkatan layanan pendidikan di Tulungagung. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi