Polrestabes Surabaya Musnahkan Ribuan Botol Miras Oplosan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sejak tewasnya sejumlah warga Surabaya setelah menenggak minuman keras oplosan, Polrestabes Surabaya bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya, BPOM dan BNN Surabaya mulai memerangi beredarnya minuman tersebut dengan memusnakan ribuan barang ilegal tersebut.

Pemusnahan dilakukan di halaman Polrestabes Surabaya yang dihadiri Kepala BPOM, Danrem, Pemkot, dan BNN.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudy Setiawan mengatakan hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dengan memusnakan barang bukti sebanyak 21 ribu botol miras kemasan botol plastik.

“Barang bukti ini merupakan hasil tangkapan yang dilakukan petugas kepolisian selama 10 hari belakangan, sebagai bentuk memerangi dan turut melakukan pencegahan agar tidak terulang lagi, maka ini perhatian kami untuk memberantas miras oplosan,” ujar Rudy di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (25/4).

Ia menambahkan miras oplosan tersebut mudah dibuat dan diperoleh, sehingga masyarakat tentu dengan mudah mendapatkan barang haram itu di wilayah tertentu di Surabaya.

“Bahan oplosannya saja mudah didapatkan oleh peracik, tak jauh hanya di toko baham kimia, berdasarkan keterangan tersangka, mereka mengoplosnya hanya butuh air dan alkohol kadar 95 persen, selanjunta dijual dan dieceran,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Rudi, pihaknya akan memberi peringatan kepada warung dan kafe yang masih menjual miras oplosan, jika masih dilakukan pihaknya tak segan-segan akan meringkusnya.

“Kita akan tangkap seketika dan juga penjual bahan kimia. Jika masih ada kafe ataupun penjual miras berkedok warung kopi, nanti kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni BPOM dan BNN miras oplosan,” pungkasnya. (Devan/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.